Untung-Rugi Investasi Unit Link dan Saham

Untung-Rugi Investasi

Model investasi sangat beragam jenisnya. Mulai dari investasi saham sampai dengan unit link. Setiap model investasi tersebut memiliki potensi keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Memahami betul potensi-potensi tersebut sangat bermanfaat bagi Anda, terutama investor pemula. Berikut beberapa info mengenai model-model investasi dan potensi untung-ruginya.

Model Investasi Unit Link dan Saham

1. Unit link

Unit link merupakan model investasi yang memiliki fungsi ganda. Selain sebagai sarana investasi, pada dasarnya unit link adalah produk proteksi asuransi bagi kesehatan Anda. Untuk memulai investasi unti link Anda terlebih dahulu harus memiliki polis asuransi. Agar lebih praktis Anda bisa daftar asuransi kesehatan online.

Keuntungan unit link sudah sangat kasta mata. Aset yang Anda investasikan bisa berlipat ganda disaat yang bersamaan dengan terproteksinya kesehatan Anda oleh asuransi. Namun model investasi unit link ini bukan tanpa potensi kerugian.

Berdasarkan beberapa beberapa pengalaman, unit link justru menghabiskan lebih banyak dana namun keuntungan yang didapat pertambahannya sangat lambat. Disebabkan oleh prinsip dasarnya yang berupa asuransi, unit link mewajibkan Anda untuk membayar sejumlah biaya premi setiap bulan secara rutin. Hal ini ditambah dengan fakta bahwa investasi bisa saja baru dimulai di tahun kelima.

2. Investasi Pasar Saham

Model investasi lain yang sudah akrab ditelingan masyarakat umum adalah investasi saham. Model investasi yang satu ini menjanjikan keuntungan berkali-kali lipat dari besaran modal yang digunakan di awal. Investasi saham dapat Anda lakukan, salah satunya, melalui reksadana. Namun, perlu Anda ingat, keuntungan yang besar menyimpan resiko yang besar pula.

Paling tidak, ada tiga kondisi yang umumnya bisa mengakibatkan kerugian ketika berinvestasi saham. Kondisi kerugian pertama terjadi ketika saham perusahaan yang kita beli merugi. Jika kondisi ini terjadi, maka tidak ada dividen yang dibagi. Hal ini akan berimbas pada semakin tergerusnya modal yang kita investasikan.

Kondisi kerugian yang kedua terjadi jika perusahaan yang shamnya kita beli mengalami penurunan performa. Jika kondisi ini terjadi, maka saham harus segera dilepas secepatnya untuk menghindari kerugian lebih besar.  Otomatis saham yang dilepas dalam kondisi yang demikian harganya jadi jauh lebih rendah.

Kondisi kerugian yang terakhir bisa terjadi jika perusahaan mengalami kebangkrutan akibat kerugian terus-menerus. Jika kondisi ini terjadi, maka likuidasi terakhir yang Anda dapatkan harus digunakan untuk membayar gaji karyawan, pajak dan hutang.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger, penulis dan pemerhati topik: general, lifestyle, kesehatan, tekno, SEO, dan banyak lainnya. Seorang ayah dengan 2 anak menuju proses anak ke 3 | www.elkiram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *