Tata Cara Jika Ketinggalan Rakaat Dalam Shalat Wajib

Ketinggalan Rakaat Dalam Shalat

Tata Cara Jika Ketinggalan Rakaat Dalam Shalat Wajib.- Melanjutkan pembahasan-pembahasan ringan bareng kita, semoga ini akan menjadi sebuah pembahasan yang menarik. Topic lama yang pengen kami angkat kembali adalah tentang sejumlah tata cara aturan jika misalkan kita ketinggalan rakaat dalam shalat berjamaah. Pernah dong kita mengalaminya, entah karena alasan apa yang pada akhirnya menyebabkan kita ketinggalan rakaat dalam shalat berjamaah kita.

Bolehkah kita ikut imam, padahal shalat berjamaah sudah berjalan beberapa rakaat?.

Tentu saja jawaban nya boleh, walau akan sangat dianjurkan ikut shalat berjamaah sejak awal. Namun bukan berarti jika kita telat maka dilarang ikut shalat berjamaah. Hanya saja perlu kita pahami juga sejumlah tatacaranya seperti apa?. Bukan asal ikut saja tanpa mengetahui bagaimana dan harus seperti apa?.

Ketinggalan rakaat dalam berjamaah maka harus menambah rakaat kita yang ketinggalan setelah salamnya imam. Saat kita mengangkat takbiratul ihram maka sejak itulah kita wajib mengikuti imam, tapi jika misalkan kita memang ketinggalan rakaat maka saat imam salam kita tidak ikut salam, melain melanjutkan untuk menyempurnakan bilangan rakaat shalat kita. Misalkan shalat ashar, maka jumlah rakaat nya ada 4. Jika kita ikut imam pada saat rakaat kedua maka itu artinya kita ketinggalan 1 rakat yang harus kita tambahkan.

Ketentuan Yang Menentukan Jumlah Rakaat Shalat.

Yang pertama harus paham, bagaimana ukuran nya kita dinyatakan ketinggalan rakaat shalat? Apakah kalau kita ikut shalat setelah imam selesai membaca surah Al-fatihah masih dihitung mendapatkan satu rakaat?.

Jadi untuk bahasa yang sederhana nya adalah, rakaat kita akan dihitung satu rakaat jika kita sempat membarengi imam sedang ruku.
Misalnya: kita mulai mengangkat takbir untuk shalat. Namun setelah takbir imam malah sudah selesai membaca surah Al-fatihah dan surah tambahan, dan menuju ke rukun lainnya yakni ruku’. Maka kita tidak perlu membaca surah Al-fatihah, melainkan ikut juga ruku’ mengikuti imam. Dan untuk itu kita masih mendapatkan satu rakaat bersama imam.

Namun jika seandainya saat kita takbiratul ihram, imam justru I’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, atau bahkan mungkin tahiyat akhir. Maka sama kita tidak perlu membaca surah Al-fatihah, melainkan langsung mengikuti imam. Entah I’tidal, sujud, atau duduk tahiyat. Namun itu tidak dihitung rakaat shalat, sehingga kita harus menambah jumlah rakaat yang kurang tersebut.

Bagaimana Cara Kita Menambah Rakaat Shalat?.

Caranya sama dengan saat kita shalat sendirian. Kita bangkit menuju rakaat selanjutnya, kemudian membaca surah Al-fatihah dan seterusnya hingga salam. Hanya saja harus kita perhatikan berapa rakaat yang kita dapatkan dengan shalat berjamaah dengan imam, sehingga kita tahu harus menambah berapa rakaat agar jumlah rakaat shalat kita sempurna.

Kapan Kita Menambahkan Rakaat Shalat?.

Menambahkan rakaat shalat itu setelah imam mengucapkan salam yang pertama guys. Setelah itu kita bangkit untuk melanjutkan rakaat selanjutnya. Karena rukun shalat itu salam yang pertama sebagai pertanda selesainya shalat imam, maka saat itu kita sudah boleh bangkit menambah rakaat shalat kita.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger, penulis dan pemerhati topik: general, lifestyle, kesehatan, tekno, SEO, dan banyak lainnya. Seorang ayah dengan 2 anak menuju proses anak ke 3 | www.elkiram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *