Cerita Pendek Romansa Cinta Pertama yang Tragis

Cerita Pendek Cinta Pertama

Romansa Cinta Pertama | Salam kenal dulu dong dengan Kang Ais, jangan sampai kalian nggak kenal dengan penulis blog kekinian (Ceh!! berharap diakui menjadi penulis suatu hari nanti). Tahun 2010an lah kalau tidak salah, soalnya aku sendiri lupa kapan tepatnya. Saat itu kita sedang rame-rame nya, bukan dengan Facebook yang semakin muncir sebagai laman media sosial.

Saat itu bagi ku dunia percintaan adalah hal baru. Bukan salah bunda koq kenapa aku baru mengenal dunia percintaan, itu karena kehidupan ku memang sangat jauh dari yang namanya kehiphap horaan kehidupan. Tahun 2004-2005an aku baru saja menyelesaikan pendidikan ku di sebuah lembaga pendidikan.

Tidak perlulah aku sebutkan sekolahan apa, karena kalian bisa lihat sendiri pada laman about me di blog ini. Inisialnya Pondok Pesantren begitu, hehe! karena itu bisa dikatakan jika aku orangnya telat mengenal cinta. Cinta dari mana coba, bahkan mengenal cewek saja masih hitungan jemari ku.

Kehidupan Tanpa Mengenal Cinta Itu Menyenangkan.

“Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, oo begitulah kata pujangga hoo begitulah kata pujangga” itu bagian lirik lagu ya.

Tapi sebenarnya berdasarkan pengalaman ku yang memang masa remaja jauh dari kata cinta, kehidupan tanpa cinta itu bisa dikatakan tidak tragis amat. Biasa saja! bahkan mungkin orang seperti aku yang memang tidak ada kecenderungan sama percintaan akan menganggap aneh orang-orang yang di mabuk cinta.

Kehidupan dan sudut pandang ku justru mulai berubah saat mulai mengenal anasir percintaan. Mengenal seorang wanita dan ada rasa ingin selalu didekatnya, eh! Kadang melamun menatap benda entah apapun itu sekedar untuk berhayalan.

Kenapa aku bilang bahwa kehidupan tanpa mengenal cinta itu menyenangkan, karena dulunya kita nggak pernah galau. Tidak ada kata sakit karena cemburu melihat orang yang kita ingini bersama dengan lain. Yang lebih penting kita tidak boros kertas hanya karena kalimat-kalimat yang seolah-olah menjadi mudah dirangkai menjadi puisi atau kata mutiara, tapi pada akhirnya akan terbuang juga.

Kehidupan sebelum mengenal cinta itu akan berjalan dengan tenang. Kita bisa tertawa tanpa beban yang kita anggap kurang penting dalam kehidupan kita. Kita tidak ingin memikirkan bagaimana kehidupan orang lain, bahkan kita tidak perduli dengan siapa mereka.

Cinta Pertama Menjadi Kisah Paling Berkesan.

Kenapa cinta pertama selalu menjadi kisah yang paling berkesan, yang mungkin akan sulit dilupakan dalam kehidupan kita? karena dia adalah awal dari sebuah keberadaan rasa. Orang yang mampu mengetuk cinta pertama seseorang tentu memiliki kesan yang mendalam bagi orang tersebut.

Kita yang awalnya kosong kemudian terisi, maka isian pertama itu akan menjadi sebuah kenangan mematikan.

Percaya tidak! jika aku pernah menjelma menjadi puitis karena awal perkenalan ku dengan cinta. Orang yang mengetuk pertama kali hati ku benar-benar memberikan kesan. Kesan sakit karena perpisahan dan kesan manis karena sebuah hubungan.

Cinta itu Datang dengan Cerita.

Cinta itu Datang dengan Cerita

Smartphone belum seaprik sekarang keberadaan nya. Jaman itu handphone merek Nokia menjadi raja dengan symbian nya, oh belum ya. Sebelum symbian populer apa namanya?, kalau tidak salah handphone poliponik. Nokia symbian menjadi barang mewah, apalagi jika dilengkapi dengan berbagai camera dan pemutar video dan musik. Anak tajir itu yang punya.

Ada cerita lucu jadul dari remaja jaman dulu, karena suka banget mengetik nomor acak yang nyambungnya entah kepada siapa? kalau yang angkat itu lawan jenis maka jadilah akan menjadi kisah berlanjut. Sekarang jaman sosmed, cara ini mungkin sudah benar-benar jadul mungkin.

Begitu juga aku, aku suka mengacak nomor orang atau terkadang juga dapat nomor nyasar.

Cerita punya kisah seperti biasa habis sholat isya di sebuah surau atau langgar di kota ku, aku dan beberapa orang teman ku nongrong di sebuah kios kecil. Yang punya teman ku sendiri, ngitung-ngitung ngeramekan kiosnya sambil ngobrol menemaninya jualan.

Sebuah nomor yang tidak aku kenal masuk. Cuman miscall sih, yang intinya bunyilah. Udah biasa atau kebiasaan lama itu, udah mafhum semua. Tinggal untung-untungan saja, kalau yang ada disebarang sana laki-laki maka abaikan, tapi kalau cewek jadi temenan.

Aku orangnya suka penasaran, ya sudah telpon balik. Dan … bom suara cewek dengan lembut menyahut. Buyar!! mendengar cara dia bicara siapa sangka jika besok-besok akan membuat ku merasa nyaman dengan nya. Dan dia lah orang yang menjadi orang pertama dalam percintaan ku.

Jika ada yang bertanya “Karena apa cinta pertama tumbuh dalam hati ku?” jawabnya karena rasa nyaman saat bicara dengan nya. Aku tidak mengenal wajahnya, belum pernah bertatap muka dengan nya. Cinta itu memang aneh, dia mampu hadir melalui awang-awang telpon genggam yang mungkin suaranya dibawa oleh angin-angin.

Dia bukan cewek pertama yang berbicara dengan ku melalui jaringan telpon genggam. Bukan? dia juga bukan wanita pertama yang aku kenal. Tapi dia gadis pertama yang membuat aku merasa nyaman untuk bercerita, mengadu kisah, meminta pendapat. Dia juga pendengar yang baik setiap cerita mimpi dan angan-angan ku untuk masa depan nanti.

Cinta Ku Terhalang Jarak.

Cinta Ku Terhalang Jarak

Dia gadis SMA di kota nan jauh dari kota kelahiran ku, tapi keberadaan nya menjadi orang yang paling dekat dengan ku. Siang, malam, sore dan pagi keberadaan nya selalu menjadi teman dalam keseharian ku.

Seolah hidup saat itu menjadi lebih punya warna, walau cinta pertama ku laksana angan yang entah siapa dia. 1 tahun lebih cinta berjarak meniti waktu, tanpa melihat bagaimana matanya?, apa warna kulitnya?, berapa tingginya? cantik kah dia?.

Dia adalah orang yang paling dekat dengan ku, bukan hanya dia. Bahkan aku mengenal ibunya walau hanya sebatas suara. Aku panggil ibunya “mama” dan begitu juga dia. Ibu ku sendiri sudah mafhum betul hubungan kami, bagaimana tidak antara dia dengan ibu ibarat mantu dan mertua.

Tidak ada sekat walau berjarak, tidak ada rahasia walau tanpa melihat. Ku pikir inilah cinta, walau jika ditanya kenapa? aku akan bingung menjawab. Hanya satu yang aku sayangkan, jarak itu membuat tembok yang entah begitu sulit ku lompati.

Menjadi Serpihan Cinta.

Serpihan Cinta

Waktu berlalu, yang terkadangkan mampu memudarkan warna. Matahari mungkin akan terbenam jika masanya tiba. Cahya tenggelam jika malam mulai menjelma. Mungkin begitulah sebuah ibarah percintaan yang mulai memudar.

Awal pahit bercerita dalam kehidupan ku. Sampai kapan jarak tidak menjadi penghalang, sampai kapan?. Long Distance Relationship membutuhkan kesabaran, kekuatan yakin, dan kepercayaan. Tapi inginnya manusia kadang sulit terbendung.

Salahkan siapa? dia gadis jelita dengan rambut terurai menawan, banyak laki-laki lain yang setiap hari merayunya. Salah siapa? sementara aku hanyalah bayang-bayang dari kejauhan, yang wujudnya pun masih tidak pasti.

Hari itu ibunya bercerita banyak kepada ku. Beliau menanyakan apakah aku ada merasa perubahan pada gadis jauh ku. Iya! aku mengakuinya, ada perubahan sedikit demi sedikit yang sebenarnya aku pun sudah paham.

Ibunya menceritakan bagaimana setiap paginya seorang kawan sekolahnya menjemputnya. Bagaimana terkadang sore juga datang menjemputnya.

“Bagaimana dengan mu?” lirih tapi ada harap yang ku tangkap disana. Itu pengakuan tulus seorang ibu pada anaknya. “Aku memilih mu, tapi aku tidak bisa memaksakan apa yang terjadi pada nya?” kata-kata beliau entah motivasi atau cambukan yang benar menusuk hati. Aku yang salah, kenapa aku jauh sementara dia hanyalah gadis seperti lainnya yang butuh perhatian.

Dia pernah ungkapkan itu, “Aku hanya berharap menjadi seperti yang lainnya, merasakan sebuah hubungan cinta yang normal. Bisa mengganding tangan orang yang di sayanginya.”

Pertemuan Pertama dan Terakhir.

Sebuah Perpisahan Cinta

Minggu pagi matahari mulai mendaki, ku putuskan untuk pergi meninggalkan kota tempat yang membesarkan ku. Sebuah tempat yang biasanya selalu membuat ku nyaman dengan semua cerita yang ada disana.

Aku menemuinya untuk pertama kali, berbekal tekad kuat. Aku tak ingin cinta ku tak pernah berjumpa, jika pun berakhir biar aku bisa mengingat wajahnya setiap waktunya. Jika ada harap, aku ingin menunjukan kepadanya cinta ku punya tekad. Bahkan hingga saat ini, setelah tahun berganti tahun kenangan itu masih teringat. Semua kenangan indahnya, semua kenangan konyolnya, dan mungkin pahitnya juga.

Dia … gadis SMA yang ku kenal. Rambutnya panjang sepinggul, wajah bulat nan ayu menjadi lengkap dibalut dengan senyuman nya. Bagi ku dia gadis tercantik, entahlah mungkin karena dia adalah cinta pertama ku.

Itu adalah pertemuan pertama ku dengan nya, dan ternyata menjadi pertemuan terakhir juga. Hingga sekarang aku bahkan tak lagi mendengar bagaimana kabarnya. Sudah bersuamikah dia? punya anak berapa? masihkah cantik seperti pertemuan pertama?

Ah sudahlah! sejak awal aku tidak ingin memaksa, walau dulu aku juga pernah mengiba untuk tetap saling menjaga.

Maafkan aku yang jauh, maafkan aku yang tidak ada di samping mu saat kau butuh. Maafkan aku yang pernah berdoa semoga kau tidak akan bisa melupakan aku, karena sakit yang ku rasa. Maafkan semuanya, karena kau cinta pertama yang masih saja ku ingat walau bertahun-tahun cerita berlalu sudah.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger, penulis dan pemerhati topik: general, lifestyle, kesehatan, tekno, SEO, dan banyak lainnya. Seorang ayah dengan 2 anak menuju proses anak ke 3 | www.elkiram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *