Jangan Anggap Sepele, Minum Air Putih Diharuskan Selama Ibadah Haji

Minum Air Putih Diharuskan Selama Ibadah Haji

Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah mengatakan di KKHI ada pasien psikiatri akibat dehidrasi yang seolah-olah mengalami gangguan jiwa, sebenarnya ia mengalami dehidrasi. Karena itu, ia mengimbau jemaah haji Indonesia agar perbanyak minum air seperti air alkali alami.

Tim Gerak Cepat menemukan jemaah tersebut sedang mengamuk di jalan. Kemudian tim TGC membawa ke KKHI. Setelah diinfus dan diberi obat, diketahui jemaah tersebut mengalami dehidrasi. Ini ciri khas orang yang mengalami dehidrasi. Seolah-olah mengalami gangguan jiwa, padahal karena kekurangan minum.

Orang Indonesia biasanya takut banyak minum karena takut buang air kecil. Padahal di masjid Nabawi banyak toilet dan jarak ke hotel pun dekat. Kecuali jika punya penyakit tertentu yang tidak boleh banyak minum. Untuk itu sebaiknya Anda mulai mencari tahu mengenai manfaat air alkali alami bagi kesehatan tubuh.

Minum Air Putih

Bila menemukan jemaah seperti ini, Yanuar menganjurkan agar jemaah dibawa ke KKHI atau ke RS Arab Saudi Al Anshor, yang jaraknya lebih dekat dari masjid Nabawi. Untuk pasien yang dibawa ke RS Arab Saudi cukup menunjukkan gelang sebagai identitas.

Untuk itu penting agar jemaah jangan sampai bertukar gelang untuk kenang-kenangan. Identitas Anda adalah gelang. Jangan sampai jamaah haji gelangnya ditukar, nanti bisa repot di kemudian hari. Karena di gelang ada nama dan kloternya. Ada jemaah yang saling bertukar gelang hanya karena ingin menyampaikan kenang-kenangan.

Jangan Lepas Sandal

Sejak dibuka tanggal 17 Juli 2018 lalu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah telah merawat 9 pasien, 5 di antaranya sudah kembali ke Kloter masing-masing. Salah satu pasien yang dirawat adalah jemaah yang mengalami luka melepuh pada kaki karena tidak pakai sandal saat keluar pondokan dan jemaah yang dirawat di ruang psikiatri.

Ternyata jemaah ini sandalnya dititipkan ke temannya saat ibadah di masjid Nabawi. Kemudian pada saat pulang yang bersangkutan tidak ketemu dengan temannya dan pulang ke pondokan tanpa alas kaki. Jemaah ini nyeker (tidak beralas kaki), sehingga kakinya melepuh. Ada baiknya agar jemaah jangan menitipkan sendalnya ke teman. Ini bisa jadi masalah.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger, penulis dan pemerhati topik: general, lifestyle, kesehatan, tekno, SEO, dan banyak lainnya. Seorang ayah dengan 2 anak menuju proses anak ke 3 | www.elkiram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *