Aku dan Malam! Saat Ketenangan Memadu Nyanyian Alam

Saat Ketenangan Memadu Nyanyian Alam

Saat Ketenangan Memadu Nyanyian Alam | Nama ku Ais elkirami. Kehidupan ku mungkin tidak terlalu menjadi perhatian orang lain, karena memang itulah karakter ku dalam keseharian. Aku tak ingin orang lain terlalu lama memperhatikan apa yang aku lakukan, cukup bagi ku jika orang lain melihat ku secukupnya. Entah! Apa yang aku pikirkan dari semua itu.

Mungkin ada sebagian orang yang senang jika perhatian orang lain tertuju kepada nya, dia akan senang jika orang riuh saat kehadiran nya dan mencari nya jika tiada. Namun akun sebaliknya, aku hanya ingin semua berjalan apa adanya ada atau tiada aku di sana. Apalah artinya sebuah nama bagi ku, namun aku hanya ingin menjadi seseorang yang bisa bermanfaat bagi orang lain tanpa harus tampil paling depan.

Bukan kah setiap pahlawan perang pulang dari medan perang harus ada orang yang bertepuk tangan riang gembira, karena itulah sosok pahlawan nampak menjadi begitu gagah perkasa. Ya! Aku ingin menjadi mereka yang selalu hadir memberikan hal terbaik kepada orang lain, walau seandainya aku tiada orang tidak perlu mencari keberadaan ku. Aku hanya ingin menjadi senyap yang seolah tidak berharga namun keberadaan selalu mendurung orang lain menjadi berharga.

Bukan kah malam yang menyebabkan pagi hari tampak indah dan nyaman, dan siang menjadi nampak lebih berharga. Di balik kesunyian dan gelapnya orang tertidur dengan nyaman nya, kebisingan sejenang menepi tanpa harus di pinta. Dia yang kemudian membuat orang lebih bersemangat menjalani hari esok dengan semua perjuangan nya.

Orang tidak akan mengumpat kegelapan malam, namun juga tidak akan menganggapnya lebih baik dari terik panasnya siang hari. Dia hadir tanpa mengagitkan seisi alam semesta, burung akan berterbangan kembali kesarang dengan nyanyian senja tanpa menatap dengan kemarahan karena kesibukan nya harus terhenti. Saat dia pergi orang hanya melihat cakrawala yang mulai menguning dengan hembusan sejuk sisa-sisa dingin nya kegelapan. Orang juga tidak merindukan nya, walau telah pernah di nina-bobo kan dengan nada senyapnya.

Tuhan Yang Mengajari Aku Akan Ketenangan.

Percayakan kalian bahwa tuhan akan mempermudah kita tentang tujuan diciptakan nya kita. Aku selalu menatap jauh kedepan tentang sebuah masa, dimana tuhan menjadikan sebuah tujuan kenapa dia menciptakan ku.

Aku akan melangkah ke sana tanpa sesekali menanyakan jalan mana yang akan aku ambil. Karena aku percaya bahwa tuhan telah menggariskan apa dan kemana setiap langkah kaki ku harus dipijak-kan. Seperti halnya malam yang selalu tiba pada masanya. Tidak risau aku berpikir kapan harus ku langkahkan, karena mentari selalu akan bersembunyi agar kegelapan malam mendapatkan tempat bagi warna di semesta alam.

Jika kau ingin belajar memaknai sebuah makna kehidupan, maka belajarlah bagaimana tuhan menata semesta bernyanyi. Tak payah kau menungkat senja hanya untuk menikmati kekuningan cahaya matahari, tak risau kau menghitung detik hanya untuk melihat pajar pagi.

Pernah kah kau mendengar gumaman malam yang cemburu dengan siang karena orang lebih menghargai harinya. No! bukan itu yang akan kalian dengar, karena waktu tahu tuhan yang mengatur keadaan. Tuhan yang memiliki keadilan mengajarkan malam makna ketenangan, sementara orang menghargai keriuhan. Tuhan mendengarkan suara-suara yang bahkan lebih senyap dari ketiadaan, lalu kenapa kita harus gusar menjadi makhluknya.

Di balik kegelapan malam semua persiapan pajar di sempurnakan, semua keutamaan siang tuhan berikan pada keheningan yang dipenuhi dengan berbagai bintang. Semua doa tuhan ijabah di sepertiga senyapnya, saat para muqarrabin melirihkan setiap kerinduan kepada tuhan alkhaliq setiap insan.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger, penulis dan pemerhati topik: general, lifestyle, kesehatan, tekno, SEO, dan banyak lainnya. Seorang ayah dengan 2 anak menuju proses anak ke 3 | www.elkiram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *