Belajar Lebih Bijak dengan Menulis

Belajar Lebih Bijak dengan Menulis

Sebenarnya saya bisa dikatakan bukanlah penulis laman blog yang produktif. Produktif dalam kata artian mampu memproduksi tulisan dalam skala yang besar. Bukan karena tidak bisa menemukan kata yang akan dirangkai, namun kadang sulit menemukan satu topik pembahasan yang benar-benar dikuasai.

Semakin lama kita menulis, terkadang kita berpikir secara realitas tentang satu masalah. Maksudnya kita tidak ingin menulis sesuatu yang kemudian itu hanya akan menjadi tulisan tidak berharga. Bukannya kita ingin menghitung juga, namun pemikiran seperti itu sesekali menghinggapi.

Ini maksudnya baik ya! setelah sekian lama kita mengelola laman-laman online. Cara berpikir kita semakin jauh ke depan. Kadang kita menanyakan sendiri “Apakah tulisan ku ini bermanfaat atau tidak?”.

Kalau hanya menulis, sebenarnya banyak yang bisa kita tulis. Kita bahkan mencontek tulisan orang lain, namun rasanya kurang bijaksana jika kita melakukan itu.

Menulis dan Bercerita.

Menurut saya menulis dan bercerita memiliki dua kesamaan mendasar, yakni membutuhkan kebijaksanaan dan kearifan agar apa yang kita sampaikan bisa diterima oleh orang lain.

Bercerita itu mudah, bahkan kita bisa menceritakan sebuah cerita orang lain. Namun tidak semua cerita itu baik bagi pendengarnya. Hal yang harus kita ketahui adalah:

  • Apakah orang yang kita ajak bercerita adalah pendengar yang baik, dan layak mendengarkan cerita tersebut?.
  • Apakah materi cerita kita mengandung manfaat buat kita dan pendengar cerita tersebut?
  • Tepat tidak tempat dan waktu berceritanya?.

Menulis juga sama sebenarnya, karena ada interaksi dua arah antara si penulis dan si pembaca.

Semakin lama kita belajar menulis maka lama kelamaan kita berpikir bagaimana menyampaikan sebuah materi yang baik, bisa di pahami oleh orang lain, memberikan manfaat buat yang membaca dan kita yang menulis.

Jadi keduanya sama-sama membutuhkan kearifan dan kebijaksanaan. Bukan Arif anaknya pak Maman ya!

Manfaat dari Menulis.

Menulis belakangan memang jarang digemari oleh generasi kekinian. Karena sebenarnya menulis itu tidak mudah. Sebelum pandai menulis orang harus pandai membaca, membaca sebuah tulisan atau membaca kondisi keadaan?.

Sementara untuk membaca saja orang mulai enggan, itulah kenapa salah pemahaman, salah persepsi, dan banyak kesalahan lainnya terjadi karena orang malas membaca. Kadang sebuah berita saja, orang hanya membaca judulnya saja dan langsung mengambil sebuah kesimpulan.

Apalagi harus membaca konteks dan kondisi, membaca teks nya saja orang enggan. Orang yang malas membaca jika dipaksakan menulis itu bahaya, bisa saja apa yang di tulis olehnya menyebabkan orang salah mengartikan. Dia sendiri belum tentu memahami apa yang sedang di tulis.

Dengan menulis orang akan lebih bijak dalam menarik kesimpulan. Dengan menulis orang lebih berhati-hati dalam melakukan, kebijaksanaan nya meningkat beberapa kali lipat, bahkan kecerdasan nya juga akan naik beberapa kali lipat juga.

Coba kita perhatikan bahwa orang cerdas jaman dulu itu selalu meninggalkan karya tulisan. Lihat Pak Habibi (Mantan Presiden Indonesia yang ke 3), lihat bagaimana Bung Karno (Presiden pertama Indonesia). Mereka orang cerdas, dan mereka meninggalkan karya tulisan. Ini belum lagi jika kita mempelajari orang hebat lainnya.

Lebih Bijaksana Dalam Memaknai Suatu Kejadian.

Menjadi penulis yang mengharuskan seseorang kaya akan berbagai informasi, harus memiliki wawasan yang luas, bahkan kadang menemukan banyak fakta dibandingkan orang lain. Semua itu membuat dirinya lebih bijaksana dalam menyikapi suatu permasalahan yang timbul di kemudian hari.

Seorang penulis walau hanya sekedar laman online, menurut penulis sendiri berdasarkan pengalaman akan membuat kita lebih bijaksana karena semakin lama kita menekuni profesi tersebut akan semakin mengasah kemampuan nalar kita. Lebih berhati-hati dalam menerima berbagai informasi, kemudian memprosesnya dan berusaha memahaminya dari berbagai sudut pandang, sebelum menjadikan nya output dalam bentuk karya tulis.

Bahkan dalam menyampaikan sebuah materi, seorang penulis akan berusaha semaksimal mungkin menghadirkan kualitas terbaik sehingga jika itu dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan melatih keperibadian seseorang.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger, penulis dan pemerhati topik: general, lifestyle, kesehatan, tekno, SEO, dan banyak lainnya. Seorang ayah dengan 2 anak menuju proses anak ke 3 | www.elkiram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *