4 Tokoh Madzhab Fiqih Dalam Islam

Tokoh Madzhab Fiqih

4 Tokoh Madzhab Fiqih Dalam Islam.- Fiqih adalah bagian penting disiplin keilmuan yang secara umum sudah selesai dirangkum oleh ulama-ulama terdahulu. Walau memang sebagian kecil permasalahan kekinian harus dikaji ulang pembahasan nya, namun cara penetapan hukum sudah selesai. Al-qur’an dan Hadits sebagai sumber utama kajian fiqih sudahlah sangat lengkap, hanya saja kemudian dibutuhkan kajian yang mendalam untuk menentukan permasalahan-permasalahan yang timbul dikemudian hari.

Disiplin keilmuan fiqih menyusun kembali sejumlah hukum yang bersumber dari Al-qur’an dan Hadits tersebut. Sehingga fiqih kemudian dikenal sebagai cabang disiplin keilmuan agama. Jadi sederhananya fiqih adalah gambaran penjabaran dari hukum-hukum yang diambil dari Al-qur’an dan Hadits secara ketat oleh sejumlah kalangan pakar keilmuan agama. Mungkin beberapa hukum mendatang secara bertahan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Jika ada sebuah permasalahan tentang sebuah hukum, maka para pakar keilmuan agama Islam mempelajarinya berdasarkan sumber utama keilmuan agama Islam dan kemudian mengeluarkan fatwa tentang permasalahan-permasalahan tersebut.

Dalam dunia fiqih kita mengenal sejumlah nama-nama besar yang mengeluarkan pendapatnya berdasar argumentasi nya. Fatwa-fatwa inilah yang kemudian kita kenal menjadi sebuah cabang keilmuan fiqih. Namun ternyata jika kita perhatikan hanya sedikit saja sebenarnya kalangan tokoh yang meletakan dasar-dasar keilmuan tersebut, kabanyakan hanyalah cabang kecil yang juga mengambil dari tokoh sentral tersebut.

Misalkan ada Imam Nawawi dan Imam Ramli yang bermadzhab fiqih Syafi’iyah. Dimana keduanya mengambil dasar pemikiran Imam Syafi’i. Bahkan beberapa ulama kemudian yang merujuk kepada fatwa Imam Nawawi & Imam Ramli pada hakikatnya mereka hanyalah pengembangan dari pemikiran Imam Syafi’I RA.

Tokoh Madzhab Fiqih Imam Syafi’I Rahimallahu Anhu.

Tokoh Madzhab Fiqih Imam Syafi’I

Di Indonesia mayoritas umat muslimnya bermadzhab Syafi’I yang artinya mayoritas umat muslim Indonesia mengikuti pemikiran Imam Mujtahid Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i Al-Muththalibi Al-Qurasyi ( 150H-210H ). Walau mungkin ada sejumlah perbedaan pendapat, karena mengikuti fatwa-fatwa ulama yang memang kadang berbeda padahal sama-sama bermadzhab Syafi’iyah.

Imam syafi’i sendiri adalah tokoh pemikir Islam yang hidup dalam kurun waktu generasi salaf atau 3 abad pertama setelah Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Beliau seorang ulama yang banyak menimba ilmu agama kesejumlah ulama dan pemikir Islam dari kalangan pendahulunya seperti imam Malik R.A. Madzhab inilah yang kemudian banyak di ikuti oleh sejumlah kalangan ulama-ulama terkemuka setelahnya.

Bahkan Imam yang menjadi rujukan dalam masalah hadits saat ini seperti: Imam Bukhari dan Imam Muslim R.A juga bermadzhab syafi’iyah.

Tokoh Mazdhab Fiqih Imam Maliki Rahimallahu ‘Anhu.

Tokoh Madzhab Fiqih Imam maliki

Nama lengkap beliau adalah Mālik ibn Anas bin Malik bin ‘Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas, lahir di Madinah, dan meninggal pada tahun 800M / 179H juga di kota Madinah. Beliau adalah salah satu imam madzhab yang juga sebagai guru dari imam Syafi’i. Beliau banyak belajar kepada sejumlah tabi’in yang hidup dijaman beliau. Karena itulah beliau termasuk generasi terbaik yang juga imam madzhab.

Imam Malik sendiri adalah seorang ulama ahli fiqih dan juga periwayat hadits, beliau mengarang salah satu kitab hadits yang bernama kitab “Muwatta”. Kumpulan hadits tentang sejumlah permasalahan fiqih. Ribuan hadits beliau riwayatkan, dan mungkin itu sebuah kewajaran karena beliau lahir, tinggal, dan wafat di kota dimana Rasulullah SAW dan para sahabat beliau tinggal. Bisa kita katakana bahwa orang tua dan orang-orang yang ada di sekitar beliau adalah tabi’in yang banyak belajar dan mengkaji kepada para sahabat-sahabat nabi.

Paman beliau adalah Nafi’, seorang periwayat hadis yang terpercaya, yang meriwayatkan hadis dari Aisyah, Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, dan sahabat-sahabat besar lainnya, radhiallahu ‘anhum.

Tokoh Madzhab Fiqih Imam Abu Hanifah Rahimallahu ‘anhu.

Imam Abu Hanifah adalah Nu’man bin Tsabit bin Marzuban, kun-yahnya Abu Hanifah. Beliau satu dari 4 tokoh madzhab yang bukan dari kalangan arab, aslinya beliau keturunan Afganistan karena keluarga beliau berasal dari kota Kabul, sebuah kota ibu kota Afganistan. Kakek beliau Marzuban memeluk agama Islam pada masa khalifah Umar bin Khattab R.A dan hijrah ke kota kuffah.

Bisa kita katakan beliau termasuk kalangan tabi’in karena beliau pernah berjumpa sejumlah sahabat nabi seperti: Anas bin Malik, Sahl bin Sa’d, Jabir bin Abdullah, dll Radiallahu ‘anhum aj’main. Bahkan pada masa muda beliau saat melakukan perjalanan haji, beliau berjumpa dengan ulama besar Mekkah dari kalangan tabi’in yakni: Atha bin Abi Rabah dan kemudian belajar kepadanya.

Beliau adalah salah satu imam madzhab yang cukup unik, misalkan salah satu kebiasaan beliau adalah dalam mengeluarkan sebuah pendapat banyak melemparkan permasalahan di sebuah forum untuk dibahas. Kadang pembahasan cukup lama karena tentunya setiap orang dalam forum tertentu memiliki pemikiran yang berbeda berdasarkan argumentasinya masing-masing. Beliau akan menjawab semua permasalahan berdasarkan Al-qur’an, hadits, bahkan logika beliau. Karena banyak kalangan yang mengatakan bahwa madzhab hanafiyah adalah madzhab yang mengoptimalkan logika berpikir, sedikit berbeda dengan madzhab maliki yang lebih kepada titik berat dalil nash.

Tokoh Madzhab Fiqih Imam Ahmad bin Hanbal Rahimallahu ‘anhu.

Imam Ahmad bin Hanbal Rahimallahu ‘anhu adalah salah satu murid dari Imam Syafi’I R.A. Beliau bukan hanya seorang pakar dalam bidang fiqih, namun juga seorang ahli dalam masalah hadits dan adab. Bukan hanya seorang ulama yang wara’ dalam masalah agama, namun beliau termasuk ulama yang bersipat zuhud dengan dunia.

Imam Syafi’I sebagai seorang guru bahkan memuji-muji imam Ahmad bin Hanbal dengan pujian beliau “Setelah saya keluar dari Baghdad, tidak ada orang yang saya tinggalkan di sana yang lebih terpuji, lebih shaleh dan yang lebih berilmu daripada Ahmad bin Hambal ”.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *