Tips Monetisasi Blog Buat Blogger Mata Duitan

Blogger Mata Duitan

Blogger mata duitan! mungkin kalimat itulah yang disematkan oleh seorang teman kepada saya. Gimana nggak dibilang mata duit, orang minta satu ajah publikasikan artikel yang berisi backlink ane langsung nyloneh “berani berapa?” widih!!! sesama blogger koq hitungan banget ( mungkin dia mikir begitu kali … ). Tapi nggak papa dong, dan sah-sah saja kalau saya harus menghitung dan mengali-kalikan berapa uang yang harus saya terima. Bikin blog biar jadi itu susah loh! kalau cuman bikin mungkin mudah, tapi negjadikan dia blog yang punya fans nya tersendiri itu yang susah.

Abang, ening, kakak, dede’, bolehlah bilang kalau blog ini berantakan dan nggak pantas dihargai. Nggak papa bully aja sesuka hatinya juga nggak papa, ini memang blog pribadi saya yang sifatnya personal saya. Di sini saya akan mencurahkan semua keluh kesah saya sebagai seorang amatiran blogger, tapi ini adalah rumah saya, ini adalah bilik saya, dan saya akan jaga dan rawat walau harus bulak-balik dan bungkar pasang serambi depan nya sesuka hati saya.

Soal dibilang mata duitan itu wajar, dan harusnya kita lebih bisa menghargai karya orang lain. Sebenarnya bukan tentang seberapa mata duitan nya orang, tapi seberapa besar kita bisa menghargai karya, jerih payah, dan usaha orang membangun nya. Orang dengan susah payah membangun sesuatu yang menarik, butuh waktu dan tenaga bahkan pikiran. Nah! kita malah main nyelonong gratisan nitip barang, emangnya kita nggak pernah di didik tatakrama apa?.

Tips Buat Blogger Mata Duitan Lainnya.

Untuk kalian yang memang ingin menjadikan sebuah blog itu sebagai mata pencarian/usaha yang menghasilkan duit. Maka ada baiknya perhatikan dan hitung ulang kemungkinan penghasilan anda. Kita orang juga harus memanajemen weblog dan artikel yang kita publikasikan, karena itu adalah aset kita. Jangan sampai bukan nya manfaat yang kita dapatkan, namun karena terlalu pulus justru kitalah yang dimanfaatkan oleh orang lain.

  1. Jangan publikasikan sebuah artikel post, kecuali anda yakin manfaatnya buat anda sendiri. Setelah itu barulah anda pikirkan apa manfaatkan nya bagi orang lain. Akan lebih baik memang kalau misalkan antara kita dan orang lain sama-sama mendapatkan manfaat.

  2. Tulisan anda adalah aset anda dimasa akan datang, entah itu esok hari, minggu depan, atau bahkan bulan dan tahun depan. Tulisan anda berpotensi menghasilkan, karena itu setiap tulisan pastikan itu akan mempertimbangkan kemungkinan nya kedepan.

Dua hal di atas bukan isapan jempol lagi. Saya dulu mungkin kurang perduli dengan semua itu, namun belakangan saya pun mulai menghitung ulang semua tulisan saya. Bayangkan jika satu artikel yang kita tulis berpotensi mendatangkan kunjungan hingga 100 orang/bulan nya, maka ada berapa pengunjung yang berpotensi datang membaca tulisan kita dalam setahun?. 1200 orang untuk satu artikel yang kita tulis, berpotensi nggak tuh?. Bagaimana jika kita berhasil mempublikasikan 50 -100 artikel post selama ini, maka potensi kita adalah 120.000 orang dalam setahun. Nah kalau itu di monetisasi, dapatnya berapa?.

Makanya saya bilang artikel yang kita publikasikan itu adalah aset kita. Jika kita dulu asal posting ajah, nggak perduli dimana dan bagaimana, dengan potensi seberapa? maka mulai sekarang ada baiknya kita mulai berhitung ulang untuk itu. Saya tidak biacara tentang blogger yang anti monetisasi blog, untuk blogger idealis silahkan berjalan dengan sebuah pilihan lainnya.

Saran Lainnya.

Namun ada saran lainnya yang mungkin juga akan baik kalau mau diterapkan. Bagaimana kalau anda pisahkan blog yang sifatnya untuk dijadikan penghasilan dengan blog personal yang hanya bicara tentang idealisme, pendapat pribadi, profil diri, dan blog personal lainnya. Untuk blog personal mungkin kita tidak perlu hitung-hitungan dengan itu, namun beda ceritanya untuk blog yang memang dikhususkan untuk mendapatkan penghasilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *