Tata Cara Berwudhu Dengan Benar

Cara berwudhu haruslah kita pelajari agar sempurna nya semua amal-amal yang wajib seperti sholat, dan membaca Alqur'an, dll.

Berwudhu adalah bagian pekerjaan sederhana seorang muslim sebelum melakukan banyak hal, termasuk melakukan sejumlah ibadah. Sholat, memegang kitab suci Al-qur’an  untuk membacanya, hingga saat seorang ingin mandi wajib juga dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Berwudhu juga bukan sebuah pekerjaan biasa, banyak kalangan mengamalkan nya untuk mendapatkan kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat. Mendawamkan wudhu misalkan adalah sebuah istilah yang kita dengar untuk mereka yang selalu memperbaharui wudhunya jika batal.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari Kiamat dengan wajah dan tangan yang bercahaya karena bekas wudhu, barangsiapa yang di antara kalian bisa untuk memanjat ghurrah (warna putih di wajah) nya maka dilakukanlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keutamaan berwudhu bagi kalangan umat islam tidak di perdebatkan lagi, banyak kalangan yang memang dengan sengaja melakukan wudhu walau tidak ada kepentingan apapun.

Saya masih ingat waktu dulu masih mondok di sebuah pesantren, setiap kali kami habis mandi, pasti buang air kecil atau besar pasti di anjurkan untuk berwudhu agar terlatih menjadi santri yang tidak lepas dengan wudhu. Kebetulan asrama pesantren dulu tidak selengkap dan semudah sekarang, kalau mau mandi kami biasa ke sungai, karena itu bagi kalangan santri kala itu sudah menjadi sebuah kebiasaan kalau habis dari sungai pasti langsung wudhu.

Namun, kita tidak membahas keutamaan berwudhu. Kita hanya membahas bagaimana cara berwudhu yang baik dan benar. Yang harus kita perhatikan saat berwudhu adalah rukun & sunat wudhu. Bedakan yang mana rukun, dan mana yang sunat agar kita tahu betul aturan-aturan dalam berwudhu.

Kenapa saya menekan kan pengenalan rukun & sunat, karena saya memang melihat banyak kalangan yang justru kurang mengerti dengan rukun-rukun ibadah, mereka melakukan hanya karena mengikuti orang lain melakukan nya. Padahal yang utama dalam melakukan sebuah pekerjaan atau ibadah adalah ilmu & pengetahuan akan pekerjaan dan ibadah tersebut.

وفروض الوضوء ستة أشياء النية عند غسل الوجه وغسل الوجه وغسل اليدين إلى المرفقين ومسح بعض الرأس وغسل الرجلين إلى الكعبين والترتيب على ما ذكرناه

Fathul Qarib- Bab Thoharah.

Rukun wudhu adalah :

  1. Niat beserta saat membasuh muka.
  2. Membasuh muka.
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku,
  4. Mengusap sebagian kepala (berdasarkan mazhab syafi’i).
  5. Membasuh kaki hingga mata kaki.
  6. Tertib seperti yang di sebutkan dari 1- 5.

Dengan jumlah rukun yang bisa kita katakan sedikit, maka sebenarnya menjadi orang yang selalu melakukan wudhu bukanlah hal sulit! Seharusnya begitu, namun memang dalam kenyataan nya banyak orang yang bahkan sulit membedakan mana rukun & mana yang bukan rukun.

وسننه عشرة أشياء التسمية وغسل الكفين قبل إدخالهما الإناء والمضمضة والاستنشاق ومسح جميع الرأس ومسح الأذنين ظاهرهما وباطنهما بماء جديد وتخليل اللحية الكثة وتخليل أصابع اليدين

Adapun sunat-sunat dalam berwudhu ;

  1. Mengucap bismillah.
  2. Membasuh kedua tangan sebelum berwudhu.
  3. Berkumur-kumur.
  4. Menghirup air ke dalam hidung.
  5. Mengusap seluruh kepala.
  6. Mengusap kedua telinga, luar & dalam.
  7. Menyisir jenggot yang tebal dengan jari.
  8. Membasuh sela-sela jari tangan dan kaki.
  9. Mendahulukan yang kanan sebelum yang kiri.
  10. Melakukan nya sebanyak tiga kali untuk masing-masing anggota yang harus di basuh.

Dari sini harusnya kita sudah paham mana yang memang rukun, dan mana yang hanya sunat. Ini bukan berarti membuat kita meninggalkan yang sunat setelah mengetahui mana yang rukun wajib dalam berwudhu. Pengetahuan ini untuk membenarkan wudhu kita. Ada satu istilah yang menjadi kaidah fiqih “ Beramal tanpa di dasari ILMU maka amal tersebut di tulak “.

Pertanyaan-pertanyaan yang timbul terkait masalah wudhu.

Ada beberapa pertanyaan yang sering timbul dalam masalah wudhu, banyak sekali. Itu dikarekan ketidak tahuan atau dengan alasan keraguan. Misalkan saja ;

Apakah dalam wudhu kita memang wajib 3 kali membasuhnya, bagaimana sekiranya lebih atau kurang?

Wajib hukumnya membasuh anggota tubuh yang masuk dalam rukun, muka, kedua tangan, sebagian kepala, dan kaki itu hanya sekali. Karena membasuh 3 kali hanya sunat, sehingga tidak mengapa jika tidak harus 3 kali basuhan. Namun makruh jika melakukan nya lebih dari 3 kali karena di anggap membuang-buang air.

Sampai mana batasan-batasan membasuh anggota tubuh saat berwudhu?.

Untuk muka, batasan berwudhu dari sisi kanan kiri itu dari ujung telinga kanan hingga telinga kiri. Tidak termasuk telinga itu sendiri yah? Maksudnya dari bagian wajah yang bersentuhan/berbatasan langsung dengan telinga.

Sementara untuk batasan muka dari atas ke bawah itu di mulai dari ujung kepala yang di tumbuhi rambut hingga dagu yang di tumbuhi dengan jenggot. Dan wajib menyampaikan air hingga kekulit. Jika jenggotnya tebal maka sunat menyela-nyela kan jemari kita di antara jenggot agar air sampai ke menyentuh kulit.

Untuk batasan tangan itu harus sampai siku tangan, tidak boleh kurang. Dan untuk cukup menyapu sebagian kepala yang di tumbuhi kepala, jadi nggak boleh ya menyapu ujung rambutnya saja, kalau misalkan panjang. Sementara untuk kaki itu sampai mata kaki, sehingga perhatikan dengan baik ujung tumitnya jangan sampai terlewatkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.