Solusi Masalah Cukup Dengan Tidak Menganggapnya

Solusi Masalah Cukup Dengan Tidak Menganggapnya

Ada banyak masalah yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Saya berpikir bahkan sebenarnya masalah itu datang karena kita memang membuatnya. Mungkin kita kurang sadar jika sebenarnya kita sedang mengundang masalah. Mungkin saja jika sebenarnya manusia itu makhluk yang suka cari masalah ya? Ada sisi hitam yang sedikit keabu-abuan dalam diri kita, itu karena kita suka menantang masalah.

Cara terbaik untuk tidak bermasalah adalah dengan jangan membuat masalah, namun sayangnya manusia selama hidupnya suka saja bikin masalah. Misalkan: mau makan enak, ya! Pada akhirnya manusia itu sendiri yang repot harus kerja keras nyari uang agar bisa mendapatkan makanan enak itu. Coba saja seandainya manusia itu nggak bikin masalah dengan keinginan yang macam-macam itu, mungkin nggak ada yang menjadi masalah dalam kehidupan nya. Mau makan? Ya makan saja rumput layaknya kambing dan kebo, suka-suka sajalah rumput yang mana? Setidaknya orang yang seperti itu tidak harus direpotkan beli ayam, sayur-mayur, dan bumbu-bumbu penyedap masakan, dll.

Kita Yang Suka Bikin Masalah.

Jadi… Manusia itu sendiri sebenarnya yang suka cari masalah dalam kehidupan nya. Namun yang lucu setelah masalah itu datang kepadanya, justru banyak masalah yang diributkan. Bahkan sampai bikin meme dan bikin status di media sosial yang intinya mempertanyaan kenapa ada banyak masalah yang silih berganti dihadapi, atau mungkin mempertanyaan kepada tuhan kenapa dia menguji dengan banyaknya masalah yang dihadapi.

Mencari Berbagai Solusi Masalah Yang Ada.

Mencari Berbagai Solusi Masalah
Apa pernah kita menyalahkan diri kita sendiri, dan berhenti mengundang masalah untuk datang.

Karena terkadang kita merasa keberatan dengan masalah yang dihadapi maka ada baiknya jangan lagi mengundang masalah dalam kehidupan kita. Bayangkan berapa banyak masalah yang sudah kita hadapi karena kita memang senang mengundangnya. Kita bermasalah dengan pekerjaan yang semakin sulit, ya itu karena kita memilih bekerja. Kita bermasalah dengan kebutuhan keuangan keluarga kita, ya! Itu karena kita banyak pengeluaran yang harus kita bayar.

Sekarang kalau kita memang tidak ingin berhadapan dengan masalah, maka hindari saja penyebab masalah itu. Sederhana bukan? Bahkan akan sangat sederhana jika kita menghilangkan ego kita. Bahkan jika masalah tetap ada dan kita ingin benar-benar tidak mau ada masalah lagi dalam kehidupan kita, silahkan ambil tali buat gantung diri. Masalah yang ada dalam kehidupan kita itu karena kita hidup. Jadi misalkan kita tidak ingin menghadapi masalah, maka bisa kita akhiri saja kehidupan kita.

Orang Yang Tidak Ingin Menghadapi Masalah Adalah Orang Yang Sedang Bermasalah.

Pada dasarnya orang yang ingin berkunjung ke Jakarta, Bali, Singapura, dan tempat lainnya adalah orang yang sedang tidak berada di sana. Itu adalah satu-satunya alasan yang masuk akal yang terjadi menjadi sebuah fakta tanpa harus melihatnya.

Saya ingin ke Jakarta karena saya memang sedang berada tidak di kota Jakarta, makanya saya ingin ke sana. Masuk akal bukan?. Jadi begitu juga mereka yang punya keinginan untuk tidak bersamalah adalah orang yang memang sedang bermasalah. Kalau memang orang yang merasa tidak memiliki masalah terus untuk apa dia menginginkan terbebas dari masalah, bukankah itu sebuah keinginan yang konyol.

Jika Ingin Tidak Ada Masalah, Maka Jangan Anggap Itu Masalah.

Kita ingin terbebas dari semua masalah dalam kehidupan kita, mungkin dengan satu langkah sederhana kita bisa melakukan nya. Jangan anggap masalah itu sebagai masalah buat kita, maka masalah akan hilang dalam kehidupan kita dan mungkin itu adalah solusi masalah yang paling sederhana.

Kita bisa menciptakan masalah, kita juga bisa mengundang masalah, namun bagaimana jadinya jika itu tidak dianggap masalah. Maka jawaban nya cuman satu “Anda tidak bermasalah”. Owh my good “ anak kecil sedang minum makai doot”. Sesedarhana itulah kita melepaskan semua permasalahan yang dalam kehidupan kita, karena memang masalah itu kita yang buat dan kita yang undang.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *