Sebuah Catatan Cara Menggapai Cita-Cita dan Mimpi Kecil Kita

Curhat Sebuah Catatan Cara Menggapai Cita-Cita dan Mimpi Kecil Kita

Hai semuanya, kayaknya kita kembali lagi berjumpa dan nangkring dengan sejumlah pembahasan ringan dengan topik general kehidupan sosial masyarakat. Ya! Saya orangnya memang suka memberikan komentar-komentar sederhana terkait dengan kehidupan masyarakat, dalam artian mengomentari untuk memberikan masukan, kritikan, tanggapan dengan tujuan ke arah yang lebih baik lagi kedepan nya.

Kali ini saya memberikan sebuah komentar sederhana bagaimana kita memulai sebuah kehidupan kita. Ini bukan tentang bagaimana kita merangkat berjalan, namun bagaimana kita memulai merangkai menjadi manusia-manusia yang diharapkan bisa memberikan manfaat dan bisa untuk diandalkan. Karena faktanya banyak orang yang salah dalam melangkah dan salah mengambil sebuah keputusan di awal hingga kemudian mendapati dirinya dalam keadaan menyesali “kenapa harus begitu dan begini? Kenapa tidak begini dan begitu?”.

Dua modal menjalani kehidupan.

Ada dua modal utama kita untuk menjalani sebuah kehidupan yang kita bayangkan. Mungkin anda dan saya memiliki mimpi yang berbeda tentang kehidupan. Saya mungkin membayangkan makna sukses sedikit berbeda dengan yang anda bayangkan, namun kita memiliki satu kesamaan yaitu berusaha merealitakan mimpi tersebut sebagai sebuah kenyataan. Untuk membuatnya menjadi sebuah kenyataan dibutuhkan dua modal utama, yakni:
1.Pengetahuan/Ilmu untuk itu.
2.Alat yang akan mengantarkan kita menuju kesana.

Tanpa pengetahuan kita layaknya seorang petualang jaman dulu yang berjalan tanpa kemampuan navigasi dan peta, sangat mustahil agar kita bisa sampai kepada tujuan. Begitu juga alatnya, seorang kesatria perang membutuhkan pedang, tombak, atau panah, dll.

Saya tidak ingin mengajak siapa saja bermimpi dengan mengabaikan kenyataan, karena sebuah mimpi yang berlawanan dengan kenyataan hanyalah angan-angan yang seolah mendahului kenyataan tuhan. Seorang yang mengabaikan sunatullah atau hukum alam sedikit bersombong dengan aturan yang memang sudah tuhan buat untuk kita. Tuhan memang tidak memiliki batasan, dia maha berkuasa menciptakan segalanya, namun tuhan juga memerintahkan kita berusaha menjalani ketentuan hukum alam yang akan menjadi sebuah proses perjalanan.

Mempersiapkan modal adalah bukti kesungguhan kita, dan bukti kerendahan untuk tunduk kepada hasil yang akan diberikan kepada kita. Saat semua proses sudah kita lewati, maka kita bisa dengan mudah menyerahkan semua hasilnya kepada kehendak tuhan. Inilah sebuah proses perjalan yang lengkap. Tidak ada penyesalan dan keluh kesah yang akan tertinggal. Tidak akan ada lagi pertanyaan “kenapa harus seperti ini dan seperti itu?” dan menurut saya itulah hikmah dibalik kenapa tuhan memerintahkan kita untuk berusaha.

Bersungguh-sungguh dengan sebuah mimpi dengan memulainya dari hal yang sederhana.

Jika kita ingin menggapai sebuah cita-cita maka memulainya dari sesuatu yang kecil adalah bukti nyata kita sudah melangkah, bukan hanya menjadi orang yang panjang angan-angan. Ada banyak hal kecil yang bisa kita lakukan, dan saya percaya itu akan mengawali sesuatu yang besar. Dari hal kecil kita bisa banyak belajar, banyak memahami, dan banyak mendapatkan faidah yang mungkin tidak bisa kita dapatkan hanya dengan membaca sebuah teori belaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *