Perkembangan Demokrasi Di Indonesia

Perkembangan Demokrasi Di Indonesia

Perkembangan Demokrasi Di Indonesia.- Sejarah bangsa Indonesia setelah kemerdekaan memang belum terlalu lama, 1945-2018 hanya sekitar 73 tahun lamanya. Ya memang sudah cukup dewasa akan tetapi menurut kami belum terlalu mapan, bahkan bisa saja beberapa tantangan nya belumlah benar-benar kita rasakan.

Demokrasi dalam pemahaman kami adalah sebuah system dimana setiap warga negaranya memiliki hak yang sama untuk menentukan arah kebijakan negara. Maka tidak salah jika sebagaian kalangan menyebutkan bahwa negara demokrasi adalah sebuah negara dari rakyat untuk rakyat dimana rakyat adalah penguasa yang sesungguhnya bagi negara tersebut.

Formalnya mungkin begitu, walau dalam kenyataan nya mungkin akan sedikit mengalami perbedaan. Bahkan bisa jadi system demokrasi setiap negara akan sangat berbeda antara satu sama lain, tergantung bagaimana sebuah negara memaknai demokrasi itu sendiri. Karena terkadang ada kebijakan yang diambil berdasarkan sudut pandang sebuah masyarakat.

Indonesia sejak berdiri sebenarnya memiliki sebuah system demokrasi sendiri, yakni demokrasi perwakilan. Dimana rakyatnya akan memilih perwakilan nya untuk kirim ke majelis permusyawaratan perwakilan untuk menentukan arah kebijakan negara. Jadi bukan masyarakat itu sendiri yang menentukan, melainkan para perwakilan-perwakilan nya.

Jika system Negara Indonesia bisa kita katakan negara demokrasi maka mungkin akan tepat jika kita katakana demokrasi perwakilan. Perjalanan dan perkembangan demokrasi ini di Indonesia sangatlah menarik untuk kita simak dan cermati.

Budaya Perwakilan.

Masyarakat kita ini memiliki sebuah tradisi yang membudaya, dimana peran penting seorang perwakilan dalam menyampaikan pandangan nya atau mengambil sebuah keputusan. Ini bisa kita lihat dalam skala kecil di kampung-kampung yang sejak dahulu sudah terjadi.

Jika ada sebuah permasalahan yang terjadi dalam sebuah masyarakat, maka musyawarah adalah langkah yang akan diambil untuk menemukan solusi bersama. Masyarakat biasanya akan menunjuk seorang tokoh atau figur yang mereka percayai sebagai pembicara yang mewakili suara dan pendapat mereka.

Karena tidak mungkin juga jika setiap warga atau masyarakat harus menyampaikan pendapat dan tanggapan nya. Sebagai mana kita maklumi, karena justru akan menciptakan kegaduhan yang tidak berarti akibat adanya pendapat yang begitu beragam dan cenderung akan saling memaksakan pendapatnya. Karena itulah dibentuk sebuah forum permusyawaratan, dimana para perwakilan-perwakilan masing-masing akan merumuskan jalan terbaik untuk menengahi permasalahan tersebut.

Budaya perwakilan inilah yang menjadi cikal bakal system kenegaraan kita untuk pertama kali dibentuk. Majelis permusyawaratan rakyat adalah wujud nyata dari pelaksanaan perwakilan dan musyawarah tersebut. Namun kemudian system ini terus berkembang lebih besar sesuai logika sosial yang dianut oleh masyarakat kita.

Misalnya: jika awal-awal negara kita menunjuk kepada negara atau presiden melalui perwakilan-perwakilan tersebut, maka Indonesia modern nya rakyat langsung memilih kepala negaranya secara langsung dimana suara terbanyak yang akan diangkat sebagai kepala negara.

Perkembangan Demokrasi Di Indonesia Hingga Sekarang.

Perjalanan bangsa ini belum berakhir, setiap kekurangan dan penyelewengan akan berbuntut sama, dimana akan adanya sebuah gerakan perubahan. Walau sebenarnya perubahan tersebut akan terjadi bukan karena adanya kekurangan dan penyelewengan, melainkan karena logika sosial yang terjadi pada masyarakatnya.

Contohnya: orang dulu sebagai mana kita jelas di awal, jelas mereka sudah merasa cukup dengan hasil musyawarah perwakilan dari mereka. Mereka benar-benar meletakan amanah dan beban pengambilan keputusan berdasarkan hasil musyawarah bersama. Termasuk dalam dalam menentukan siapa yang akan menjadi kepada negara. Namun, dengan sejalan nya perkembangan logika sosial masyarakat ternyata ada perubahan yang mereka kehendaki, salah satunya mereka ingin adanya pemilihan langsung karena dianggap akan lebih mewakili suara mereka.

Perubahan-perubahan seperti tetap akan terjadi, ini beradasarkan asumsi kami akan perkembangan logika sosial masyarakat. Tapi entah dari sudut mana.

Demokrasi Melahirkan Kebebasan Berpendapat.

Poin utama penyebab adanya perubahan-perubahan dalam demokrasi Indonesia adalah karena adanya kebebasan berpendapat dalam sebuah masyarakat. Dimana rakyat adalah tuan yang sebenarnya di negara ini, maka apapun yang menjadi pilihan mayoritas rakyat nya tidak mustahil akan menjadi kebijakan negara. Hanya menunggu waktu sampai kehendak rakyat itu sampai.

Dan hakikat demokrasi sebenarnya adalah kebijakan berdasarkan suara mayoritas masyarakatnya. Sementara musyawarah perwakilan adalah kebijakan berdasarkan kesepakatan bersama untuk kepentingan bersama juga. Tidak perduli suara minoritas atau mayoritas, karena sebuah permusyawaratan adalah upaya menemukan solusi atas permasalahan yang ada berdasarkan kepentingan semua lapisan masyarakat yang ada tanpa terkecuali.

Jika kita perhatikan bahwa system permusyawaratan dan perwakilan yang sejak awal menjadi konsep negara ini, sudah cukup menjamin adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun logika sosial masyarakat berkembang, entah menuju kearah yang lebih baik atau pun sebaliknya. Setiap warga Negara merasa perlu untuk menyetarakan suaranya, sehingga perwakilan dan permusyawaratan mulai ditinggalkan. Dan itu adalah konsekuensi dari system demokrasi itu sendiri.

Konsekuensi dari demokrasi adalah kebebasan menyuarakan pendapat masing-masing. Dan system demokrasi harus mempertimbangkan sekecil apapun pendapat individual tersebut. Karena dalam system demokrasi rakyat adalah pemilik sebuah negara yang akan menentukan kemana arah kebijakan negara tersebut.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *