Perang Pemikiran Dengan Mempermainkan Kata

Perang Pemikiran

Kalau misalkan saya bilang “ Islam adalah Agama Yang Paling Benar Dan Di Ridho’i Tuhan “ ada yang setuju nggak? Mungkin kebanyakan saudara muslim saya setuju. Tapi saya tidak akan mengatakan begitu, loh kenapa? Apakah ada agama yang paling benar selain Islam? Tidak! Karena hanya Islam lah yang benar dan di ridho’i tuhan menurut saya, makanya saya tidak akan mengatakan Islam paling benar.

Saat ini kita dijebak dengan kata oleh orang pintar untuk memasukan pemikiran-pemikiran yang akan mengguyahkan aqidah kita.

Misalkan: “ Ada banyak orang yang munafiq berkeduk agama, menjadikan agama untuk melakukan intimidasi, teror, dll kepada orang lain “. Opini seperti ini terus disebarkan ke kalangan umat muslim, seolah-olah agama bisa menjadi teror, dijadikan alat untuk melakukan kejahatan walaupun agama tersebut tidak mengajarkan kejahatan.

Kata-kata seperti itu adalah kata-kata yang salah tempat, dan sangat berbahaya jika terus ditanamkan. Itu akan berefek akan lahir sebuah stigma negatif terhadap agama, atau agama tidak muthlak kebenaran nya yang pada akhirnya membuat orang menjauh dari agama tersebut.

Harusnya dikatakan “ Ada banyak orang munafiq yang jauh dari nilai-nilai agama yang melakukan intimidasi, teror, dll kepada orang lain “. Buktinya dia melakukan apa-apa yang dilarang oleh agama. Mungkin mereka akan menjawab dengan argumentasi “ Faktanya banyak tuh orang-orang yang mengatas nama kan agama atau membawa-bawa nama agama untuk melakukan kejahatan, seperti para teroris misalnya.

Itu bukan alasan, walaupun dia membawa nama agama, mengatas namakan agama, berhujah menggunakan dalil agama jika kelakukan nya jahat dan menyalahi aturan agama maka jangan disandarkan dengan agama. Jauh dari agama yang hanif dan benar ini. Mereka tidak membawa agama, karena agama sama sekali tidak tercermin dalam laku perbuatan nya. Makanya cukup katakan saja bahwa mereka adalah orang-orang yang jauh dari nilai agama, entah karena kejahilan nya atau karena dia memang ingin merusak agama.

Perang Pemikiran Maka Selamat Generasi Kita.

Kita memang berada dalam kondisi perang pemikiran, orang mulai bermain kata untuk membentuk sebuah opini publik. Dan perang seperti ini akan sangat berbahaya, dimana sebuah negara, bangsa, dan kaum akan ditaklukan bukan dengan senjata namun sebuah pemikiran sampai pada akhirnya budaya, nilai kebaikan dalam agama, dan kearifan kita bisa dijajah.

Tulisan saya di atas hanyalah sebuah gambaran bagaimana melalui kata-kata ideologi dan keimanan seseorang diserang menggunakan kata, sehingga membentu sebuah opini. Perang bisa saja mengarah kepada yang lain, misalkan bagaimana opini tentang sebuah kesuksesan menyerang nilai kearifan lokal hingga menggiring orang menjadi materialisme, liberalisme, dll.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *