Membuat Website Di Server Lokal Komputer

Cara mudah membuat website di lokal server komputer. Cara mudah membuat rancangan website sebelum di publikasikan di hosting online.

Sekarang untuk membuat halaman website bisa saya katakan dengan mudah. Karena jika kita pahami dengan baik, maka di hosting online shared hosting banyak alat install aplikasi website yang bisa kita install hanya dengan satu kalik saja. Itu sangat memudahkan siapa saja untuk mengsintall aplikasi website.

Namun pengelolaan nya, memahami karakter script website itu sendiri yang membutuhkan waktu. Untuk itulah kita di sini ada dalam pembahasan sederhana, menginstall website di server lokal komputer kita. Mengelola, & memahami karakter website hingga membuat rancanganan desain serta melakukan uji coba website sebelum benar-benar diluncurkan untuk bisa di akses oleh publik.

Tahapan membuat website di server lokal bisa kita lakukan dengan cara;

  1. Install software terminal server lokal seperti XAMPP atau LAMPP, dan sejenisnya.
  2. Letakkan script pada server lokal.
  3. Menjalankan script website dengan membuat database lokal.
  4. Mendesain rancangan website anda di komputer anda.
  5. Memindah website dari server lokal ke hosting online anda.

Kelima tahapan memang tahapan yang singkat kalau di buat list seperti itu, bahkan akan terdengar mudah jika hanya membaca keterangan singkatnya. Namun, anda harus benar-benar mencobanya untuk benar-benar bisa memahami setiap prosesnya.

Install Server Lokal Di Komputer.

Untuk bisa menjalankan script website di halaman lokal komputer, kita harus menyediakan terminal server lokal. Caranya sederhana saja, cukup dengan mengsintall software yang berfungsi menjalankan itu semua itu. Misalkan aplikasi XAMPP atau LAMPP untuk komputer linux.

Download Aplikasi.

Install dengan cara mudah layaknya anda menginstall banyak aplikasi di komputer anda. Jika memiliki masalah coba browsing artikel install aplikasi bersangkutan di Internet & Google. Karena sebenarnya cara install nya cukup lah mudah, yang harus di pahami adalah bagaimana menjalankan nya.

Untuk komputer Windows kita bisa menggunakan XAMPP seperti kepunyaan saya. Cara menjalankan nya juga sangat mudah. Klik open aplikasi dengan double klik mouse anda. Aplikasi akan terbuka & menampilkan aplikasi.

Ada 3 yang harus anda jalankan: apache, MySQL, Tomcat. Namun dalam gambar saya menjalankan filezilla. Anda bisa menjalankan nya satu persatu atau dengan melakukan config pada pojok atas. Setelah semuanya berjalan dengan baik, anda bisa mencoba dengan membuka alamat lokalhost di alat browser anda seperti Google Chrome atau Firefox Mozilla.

Jika aplikasi XAMPP berjalan dengan sangat baik, kemungkinan besar anda akan menemukan halaman index XAMPP. Sementara di bagian atas ada beberapa menu yang nanti akan butuhkan, khususnya menu PHPMyAdmin. PHPMyAdmin akan kita gunakan untuk database di server lokal komputer anda.

Meletakkan Script Website Di Lokal Server Komputer.

Jika anda pengguna XAMPP untuk menjalankan sebuah script yang membutuhkan database, maka anda harus meletakkan script pada folder tertentu. Yakni folder htdocs pada folder xampp. Folder ini berada di folder komputer (C:) anda. Tepatnya Disk lokal C: | xampp | htdocs.

Letakkan semua file script dalam satu folder, misalkan folder blog atau website. Pada gambar di atas saya menjalankan script WordPress padas server lokal, dalam satu folder yang saya beri nama elkiram.

Untuk mengakses isi script kita hanya perlu memasukkan alamat “localhost/folder” misalkan: http://localhost/website atau sejenisnya sesuai nama folder yang kita buat.

Sampai kepada tahapan ini sebenarnya script sudah bisa di buka, hanya saja script mungkin belum bisa dijalankan jika memang harus menggunakan database untuk script php seperti WordPress. Namun untuk kode html sudah berjalan sempurna. Karena itulah kita membutuhkan database yang harus kita buat di PHPMyAdmin nantinya untuk menjalankan nya.

Untuk sebuah website sederhana atau blog anda bisa menggunakan script “Wordpress”. Karena memang akan sangat mudah digunakan dan banyak didukung oleh theme & plugin yang sangat membantu dalam pengembangan. Banyak koq pengguna script ini termasuk saya & blogger lainnya. Script ini cukup familiar dikalangan blogger dan pengembang website berbasis php. Anda bisa mencobanya di lokal server komputer anda.

Menjalankan Website Berbasis PHP Dengan Database Lokal

Saat anda menjalankan & menginstall script website semisal “Wordpress” tentunya membutuhkan database. Dengan menggunakan XAMPP atau LAMPP fitur database bisa kalian akses pada alamat http://localhost/phpmyadmin/. Di sana kita bisa menambahkan akun database yang sewaktu-waktu juga bisa dengan mudah kita pindahkan ke akun hosting online yang kita miliki.

Klik home pada menu PHPMyAdmin, kemudian pilih menu basis data atau database. Kemudian buat database dengan memasukkan nama database yang kita inginkan. Lalu klik buat, maka secara otomatis database akan tercipta.

Langkah selanjutnya adalah membuat user hak akses, dengan cara klik folder database lalu cari menu lainnya. Pada menu tersebut terdapat submenu di antaranya menu Hak Akses, kemudian klik menu Hak Akses & buat user.

  1. User nama di isi dengan nama yang anda inginkan.
  2. Host user pilih semua inang dan isi dengan lokalhost atau biarkan kosong.
  3. Kata sandi di isi dengan kata sandi yang anda inginkan.
  4. Ketik ulang kata sandi.
  5. Buat kata sandi kosong saja kecuali jika anda ingin membuat kata sandi acak.
  6. Conteng berikan hak untuk semua basis data “”
  7. Hak akses global klik check all.
  8. Lalu klik kirim untuk membuat user pengguna database.

User database beserta kada santi akan digunakan saat melakukan pengaturan database, saat anda diminta memasukkan nama database, user database, dan kata sandi database.

Cara menginstall WordPress di server lokal dengan database lokal.

Ingat!! Database yang sudah kita buat beserta user pengguna & kata sandi adalah database kosong, dimana di daam database tidak di temukan pengaturan atau perintah apapun. Nanti setelah kita menginstall “wordpress” database tersebut akan secara otomatis terisi jika saat melakukan install script website dilakukan dengan benar.

Untuk menginstall “wordpress” di server lokal komputer anda lakukan langkah berikut:

  1. Donwload file wordpress yang berupa file.zip di wordpress.org.
  2. Exrak file dalam satu folder dengan nama blog atau website.
  3. Pindahkan folder yang berisi file & folder wordpress seperti folder wp-admin, dll. (Lihat gambar contoh file wordpress di atas sebelumnya) ke folder htdocs. Baca keterangan sebelumnya bagaimana memasukkan script ke server lokal host.
  4. Buka atau open alamat folder melalui browser anda melalui alamat link: localhost/nama-folder.
  5. Isi semua kolom pengeinstallan dengan benar.

Di saat kita membuat file script wordpress yang belum terinstall. Misalkan: localhost/blog maka kita akan menemukan sebuah laman konfirmasi penginstallan. Di sana kita diminta memasukkan akun database seperti: nama batabase, user database, kata sandi database, dan lokasi database.

  1. Nama database di isi dengan nama database yang sudah di buat.
  2. Lokasi database di isi dengan localhost.
  3. User database di isi dengan user hak akses
  4. Kata sandi database di isi dengan kata santi saat membuat user hak akses.

Jika semua kolom di isi dengan benar maka jalannya menginstallan akan berjalan dengan lancar, jangan lupa buat akun admin website atau blog setelah melakukan konfirmasi database.

  1. Nama admin pengguna.
  2. Kata sandi admin pengguna.
  3. Email pengguna.
  4. Bahasa wbsite jika ada.

Kemudian klik install. Anda akan diarahkan pada halam finish penginstallan. Silahkan anda kelik menuju panel admin blog, dan masukkan nama admin beserta kata santi yang anda buat untuk mengakses panel dashboard website wordpress.

Buka kembali PHPMyAdmin, folder database anda sudah terisi file & perintah dari database. Isi database bisa anda pindah dengan cara mengimport jika kita memindah database ke hosting online. Nanti akan kita bahas bagaimana memindah file script dan database ke akun hosting online anda. Sekarang anda melakukan perencanaan website anda, dengan meninstall theme atau plugin pada dashboard wordpress anda.

Semua pengaturan database cukup sampai di sini tanpa ada apapun yang harus dilakukan, kecuali anda ingin memindahkan nya. Semua perintah akan terisi dengan otomatis atas setiap perubahan laman website anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.