Mengapa Manusia Disebut Makhluk Sosial?

Manusia Makhluk Sosial

Manusia Makhluk Sosial.- Kemungkinan besar anda pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa manusia adalah makhluk social? Mengapa dan apa maksudnya?

Manusia disebut makhluk sosial karena sipat alamiyah yang ada pada manusia itu sendiri. Tuhan menciptakan manusia yang kemudian dengan sendirinya akan menjadi makhluk sosial karena tuntutan dari sipat manusia itu sendiri. Bentuk terciptanya kehidupan sosial yang dibangun oleh seseorang biasanya akan dimulai dari hal terdekat mereka. Misalkan dari pasangan mereka masing-masing dan keluarga yang terdiri dari anak, ayah & ibu, hingga saudara kandung.

Manusia tidak hidup sendiri, dari cara hidup perpasang-pasangan dan memiliki keluarga yang kemudian menciptakan kehidupan sosial yang secara sistematik akan tercipta dengan sendiri. Dari dalam rumah kemudian keluar kepada kehidupan bermasyarakat sehingga menciptakan sebuah lingkungan kehidupan sosial masyarakat.

Anda terlahir dari orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu, dan kemungkinan besar anda memiliki saudara kandung. Yang mana ini adalah gambaran lingkaran kecil dari interaksi sosial anda. Mereka kemungkinan besar adalah orang-orang pertama dalam kehidupan anda. Salah satu sipat alamiyah yang menjadikan manusia sebagai makhluk sosial berawal dari adanya sebuah ikatan entah ikatan ayah dan anak, kakak dan adek, hingga pada akhirnya kepada orang yang tidak memiliki ikatan darah kepada anda.

Misalkan setelah dewasa anda membutuhkan pasangan hidup yang sudah pasti pasangan anda juga memiliki ikatan kekeluargaan dengan orang tua, saudara, serta sanak family lainnya. Dari sini saja interaksi kehidupan sosial kita sudah mulai melebar. Setelah memiliki pasangan anda juga membutuhkan tempat tinggal dan kebutuhan hidup lainnya, maka dari sinilah kehidupan sosial bermasyarakat akan semakin terlihat jelas.

Menurut kami kehidupan sosial seseorang dikarenakan sebuah ikatan yang bersipat manusiawi dan kebutuhan hidup. Manusia pada kenyataan nya tidak bisa keluar dari dua hal tersebut, tapi malah akan semakin melebar pada tahapan yang lainnya.

Manusia terus berkembang karena kehidupan sosialnya.

Manusia jika hidup sendiri-sendiri maka kemungkinan besar berkembang sebagaimana manusia jaman sekarang akan sulit. Manusia terus berkembang karena kemampuan mempelajarinya dari melakukan interaksi dengan orang lain. Semakin baik interaksi kehidupan sosial sebuah masyarakat biasanya sebuah masyarakat akan sangat cepat berkembang.

Kebutuhan hidup seseorang yang kemudian membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain. Bahkan dijaman sekarang kehidupan seseorang hampir tidak mungkin dilakukan tanpa adanya interaksi sosial dengan orang. Kita bekerja dan berusaha membutuhkan orang lain, seorang pedagang membutuhkan pembeli, seorang karyawan membutuhkan atasan, dan sebaliknya.

Atas dasar itulah manusia biasanya hidup dalam sebuah lingkaran kehidupan sosial, karena kebutuhan hidup yang mengharuskan seseorang melakukan interaksi dengan orang serta sipat alamiyah manusia maka manusia akan memilih hidup dalam kerumunan atau kelumpuknya. Inilah yang kemudian menciptakan sebuah kehidupan bermasyarakat.

Manusia Adalah Makhluk Dengan Kehidupan Sosial Namun Juga Individual.

Pada kenyataan nya sipat alamiyah manusia bukan hanya bersipat sosial, namun juga individual. Ada kebutuhan pribadi namun kebutuhan itu didapat dengan melakukan intraksi dengan orang lain. Semisal: tempat tinggal, makanan, hingga pasangan. Secara jelas itu menjadi kebutuhan pribadi yang akan dicari, dimiliki, dan akan dijaga oleh seseorang.

Manusia tidak seperti semut atau segerumbulan gajah yang hidup juga secara berkelumpuk, membangun tempat tinggal bersama, kemudian menempatinya secara bersamaan. Jika semut juga makhluk sosial dimana mereka membangun tempat tinggal secara bersama, mendiami tempat tinggal bersama, hingga mencari makan bersama. Berbeda dengan manusia yang satu sisi melakukan interaksi dengan yang lain nya sehingga bisa dikatakan makhluk sosial karena membutuhkan orang lain, namun satu sisi lainnya manusia juga memiliki sikap individual.

Bahkan tidak jarang karena ini terjadi gesekan antar sesama. Ada orang bertengkar karena usaha, pasangan, pekerja, tanah dan tempat tinggal, makan dan minuman, dll. Itu terjadi karena adanya sikap individualis dalam diri seseorang. Terkadang seseorang berseteru dengan pihak lain karena mempertahankan yang menjadi miliknya atau berusaha mendapatkan sesuatu.

Untuk melakukan keseimbangan antara kebutuhan individu masing-masing, namun satu sisi manusia juga bersipat sosial atau membutuhkan antara satu lain-nya, maka diciptakan atau terciptalah sebuah aturan yang mengikat kehidupan sosial masyarakat. Biasanya aturan kehidupan sosial masyarakat tercipta karena berdasarkan kesepakatan atau tercipta karena kebiasaan. Semisal: untuk pasangan hidup terciptalah adanya pernikahan, dimana pasangan seseorang tidak boleh menjadi pasangan orang lain secara bersamaan, dll.

Dari aturan kehidupan sosial inilah yang kemudian berkembang menjadi aturan adat, aturan sebuah Negara, hingga bahkan berkembang menjadi hukum pidana dan perdata. Yang semuanya pada dasarnya untuk menjembatani antara kebutuhan individu dan kehidupan sosial yang telah terbentuk tersebut. Dari kehidupan sosial & interaksi antara satu dengan yang lainnya inilah kemudian manusia belajar bagaimana menyelesaikan permasalahan yang ada, dll. Makanya saya di awal bilang manusia berkembang karena kehidupan sosialnya.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *