Tata Cara Jika Ketinggalan Rakaat Dalam Shalat Berjamaah Atau Masbuk

Bagaimana kalau kita ketinggalan rakaat dalam shalat berjamaah. Berikut kami jelaskan dalam bentuk tulisan ringan.

Ais elkirami,- Alhamdulillah sudah lama saya tidak banyak menulis lagi karena lumayan banyak juga kesibukan lainnya. Maklumlah kesibukan penulis bukan hanya menulis dan menulis di halaman blog, namun banyak juga kesibukan yang lain yang juga harus penulis kerjakan. Jadi maafkan penulis kalau misalkan postingan nya kurang update untuk ukuran kebanyakan blog.

Kemarin penulis pulang kampung ke tempat kelahiran penulis, kebetulan lumayan jauh loh. Mungkin akan menghabiskan waktu 3-4 jam perjalanan darat dari kota Banjarmasin, lumayan jauh bukan?. Apalagi kalau dengan naik motor, kadang pinggang itu terasa pegal juga, pantat kayak terasa lebih tebal jika dibandingkan biasanya. Makanya penulis kalau balik kampung banyak juga mampir-mampir buat istirahat, khususnya kalau waktu shalat sudah tiba.

Ada cerita menarik, bukan untuk menjadi bahan hujatan atau apalah namun semata buat pelajaran saja buat penulis. Saat saya mampir ke sebuah mesjid, kebetulan penulis harus bersih-bersih dan kencing dulu agar lebih nyaman sehingga pada akhirnya ketinggalan rakaat dalam shalat berjamaah. Bukan cuman penulis sih, tapi ada juga orang lain yang kebetulan juga masbuk dalam rakaat. Bahkan shalat kami pun berbarengan.

Cuman ada yang lucu! Karena pas kita barengan mulai shalatnya, tapi koq selesainya nggak barengan dalam kata arti saat saya bangkit menambah rakaat yang ketinggalan justru sebelah saya tidak bangkit tapi ngikut imam salam. Hehe mungkin ada pendapat lain kali ya yang mengatakan kalau masbuk kita nggak harus menambah lagi rakaat.

Tapi penulis secara pribadi nggak pernah menemukan saat sekolah dulu. Yang penulis tahu jika kita ketinggalan dalam rakaat saat shalat berjamaah maka kita harus menambah untuk menyempurnakan jumlah rakaat.

Hal Penting Kalau Ketinggalan Rakaat Waktu Shalat Berjamaah.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan kalau shalat berjamaah kita ketitiran dalam artian kita ketinggalan rakaat dalam melakukan shalat berjamaah. Di antara nya;

  1. Berapa rakaat ketinggalan kita.
  2. Kapan kita mulai ikut shalat.

Dua hal di atas harus kita perhatikan. Kenapa? Ya tentu karena akan menentukan berapa rakaat yang harus kita tambah setelah imam salam.

Saat kita ketinggalan misalkan imam sudah memasuki rakaat kedua, maka artinya kita harus menambah satu rakaat yang ketinggalan. Jika misalkan shalat ashar maka setelah imam salam kita harus bangkit untuk menambahkan rakaat agar shalat kita sempurna 4 rakaat, bukan dengan ikut salam mengikuti imam. Intinya kita harus menambah sejumlah rakaat kita yang ketinggalan.

Random Post
1 of 3

Bagaimana kalau kita ketinggalan rukun shalat? Maksudnya imam sudah ruku’ atau I’tidal baru kita ikut shalat mengangkat takbir?

Jika kita masih sempat mengikuti ruku imam, misalkan imam sudah ruku’. Maka kita akan mendapatkan rakaat tersebut sehingga tidak harus menambahkan rakaat, namun jika tidak misalkan imam sudah I’tidal maka kita di hitung ketinggalan satu rakaat.

Misalkan imam sudah melakukan rukun I’tidal baru kita takbirutul ihram, maka kita tidak harus ruku’ tapi langsung mengikuti imam yang melakukan I’tidal. Atau imam sudah sujud, maka setelah takbiratul ihram kita langsung melakukan sujud tanpa harus ruku’ dan I’tidal. Namun kita harus menambah rakaat, karena rakaat yang kita lakukan tidak dihitung sebagai jumlah rakaat.

Ini berbeda jika imam masih ruku’ saat kita takbiratul ihram, maka setelah takbir kita juga ikut ruku’ tanpa membaca surah alfatihah dan rakaat tersebut masih kita dapatkan/dihitung sebagai jumlah rakaat dan tidak harus menambah untuk menyempurnakan jumlah rakaat.

“Siapa yang mendapatkan ruku’, maka ia mendapatkan satu raka’at”. (HR. Abu Dawud, FIqh Islam-Sulaiman Rasyid : 116)

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “ Apabila kamu datang untuk shalat, padahal kami sedang sujud, maka bersujudlah, dan jangan kamu hitung sesuatu (satu raka’at) dan siapa yang mendapatkan ruku’, bererti ia mendapat satu rak’at dalam sholat (nya)”. ( H.R Abu Dawud 1 : 207, Aunul Ma’bud – Syarah Sunan Abu Dawud 3 : 145 )

Perbedaan Pendapat Tentang Masbuq/masbuk/ketinggalan rakaat.

Yah memang ada sedikit perbedaan pendapat tentang masbuq menurut ulama, namun jumhur ulama berpendapat bahwa yang dinamakan masbuq kalau makmum ketinggalan ruku’ nya imam sebagai mana kita bahas di atas. Namun ada juga mengatakan masbuq jika kita ketinggalan surah Alfatihahnya imam. Jangan di permasalahkan, tuh jumhur ulama menyebutkan bisa dikatakan makmum sedang masubuq kalau ketinggalan ruku’.

Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan memiliki dasar. Jangan sampai kita mengerjakan suatu ibadah terlebih ibadah wajib hanya berdasarkan katanya begini-begitu tanpa ada penjelasan lengkap. Minimal kita sudah belajar dari ustazd bagaimana cara melakukan nya. Sementara untuk masalah khilaf tidak perlu juga kita perdebatkan dan pertentangkan.

Kapan Menambahkan Rakaat Yang Tertinggal.

Setelah imam melakukan salam. Jadi setelah imam mengucapkan salam, maka saat itulah kita bangkit untuk menambahkan sejumlah rakaat kita yang ketinggalan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.