Keta’atan Dalam Usaha Ikhtiar Kita

Ketaatan banyak bentuknya, begitu juga dengan keingkaran terhadap tuhan.

Ais elkirami,- Bismillah sajalah karena apa yang kita hadapi di dunia ini pada dasarnya bukanlah kehendak kita, namun sebuah ketetapan yang berlaku atas kehendak sang pencipta alam semesta. Setidaknya begitulah yang penulis tangkap dari ceramah-ceramah & pengajian yang disampaikan oleh banyak kiyai. Hidup kita sebenarnya atas apa yang Allah SWT kehendaki bukan atas apa yang kita inginkan. Walau sebesar apapun keinginan kita jika bukan apa yang dikehendaki oleh tuhan, maka tidak akan pernah terjadi.

Tuhan akan mempermudah jalan kita untuk apa kita diciptakan. Penulis pernah membaca kalam ulama jaman dulu yang kurang lebih mengatakan begitu. Tuhan akan mempermudah jalan kita melakukan sesuatu yang memang itulah jalan yang kita harus tempuh.

Seseorang yang tuhan kehendaki menjadi pengusaha, maka akan di permudah langkah kita mewujudkan nya. Kita hanya perlu memulainya, mungkin begitulah penjabaran yang penulis tangkap. Hanya saja mungkin anda & penulis lupa bahwa kita dijadikan untuk menjadi apa? Apakah seorang karyawan perusahaan, pengusaha, guru, pegawau negri, wiraswata, atau pekerja swasta lainnya.

Disanalah kita harus mencari tahu sebenarnya kita siapa, dan diciptakan untuk menjadi sebagai apa?.

Penulis pernah mendengar sebuah penjelasan kiyai yang mengatakan bahwa sebelum kita dilahirkan ke dunia, jauh sebelumnya kita sudah di wahyukan melalui seorang malaikat yang membacakan ketentuan kita kelak setelah lahir ke dunia. Berapa umur kita, dengan siapa kita menikah, bagaimana kehidupan kita, menjadi apa kita nanti?, dan ketentuan hidup kita lainnya. Dan disana kita sudah mengiyakan akan ketentuan tersebut sebagai seorang hamba yang tunduk kepada ketentuan tuan nya, hanya saja tuhan mengangkat ingatan kita yang berada di alam rahim tersebut.

Alhasil,- di sini kita hanya menjalani ketentuan tersebut, namun tuhan mengangkat ingatan kita agar kita berusaha menjalani kehidupan dengan usaha ikhtiar serta harapan kepada tuhan akan hasil terbaik dalam kehidupan kita.

Untuk Apa Kita Berikhtiar Jika Semua Hasil Sudah Ditentukan.

Hapus pertanyaan itu, karena jika timbul pertanyaan “untuk apa kita berusaha jika hasil sudah ditentukan jauh sebelum kita dilahirkan”. Penulis khawatir, jangan-jangan itu adalah jalan yang mempermudah jalankan kita untuk menjadi pribadi pemalasan. Semoga penulis bukan termasuk golongan manusia yang berputus asa.

Random Post
1 of 3

Sebelum kita dilahirkan kedunia, kita semua adalah pribadi yang taat kepada tuhan kita. Kita hanya akan mengiyakan apa yang menjadi ketetapan nya. Karena itu menurut penulis tidak elok jika kemudian kita menjadi pribadi yang ingkar dengan tuhan setelah menjalani kehidupan ini.

Bukan kah tuhan sengaja merahasiakan taqdir nya, dan sengaja melupakan perjanjian suci di alam rahim. Tuhan juga menyuruh kita untuk berusaha mendapatkan hasil terbaik, walau memang apapun hasilnya adalah sebuah ketetapan yang dahulunya pernah kita “iya”kan.

Bukan kah itu artinya tuhan memang sengaja memerintah kita untuk ikhtiar & berusaha melakukan nya sambil berharap mendapatkan hasil terbaik dalam segala apapun. Bukan hanya dalam urusan keduniawian, namun juga tentang akhirat kita.

Mungkin itulah jawaban yang selama ini sering kita pertanyakan “Untuk apa berusaha, jika taqdir sudah ditetapkan?” untuk menguji mana hamba-hamba nya yang taat & mana hambanya yang ingkar akan tuhan nya.

Usaha & Ikhtiar Bukan Upaya Melawan Taqdir.

Usaha yang kita lakukan bukanlah upaya untuk melawan sebuah ketentuan dari tuhan. Bukan sebuah upaya mendahului apalagi menolak taqdir, melainkan menggenapi janji keta’atan kita kepada sang pencipta kita.

Jauh sebelum kelahiran kita, jiwa kita suci yang hanya menta’ati semua ketentuan tuan sekaligus mencipta kita. Pribadi ta’at adalah jati diri setiap insan yang terlahir ke dunia. Itulah kenapa kita diumpakan lembaran kertas putih tanpa noda saat kita lahir ke dunia. Keta’atan itulah yang akan membedakan kita dengan yang lainnya. Kelahiran kita ke dunia tidak lain hanyalah menggenapi semua keta’atan kita kepada tuhan pemilik alam semesta.

Usaha & ikhtiar hanyalah sebuah bentuk lain dari keta’atan, jika kita menyadari bahwa kita hanyalah hamba yang menjalani semua taqdir & ketentuan ilahi. Kita berbebas diri dari sifat keakuan, dan menghiasai harapan dengan keridho’an tentang apapun hasil dari semua kisah laku kita.

Leave A Reply

Your email address will not be published.