Kerja Keras Atau Kerja Cerdas, Pikirkan Ini!!

Kerja Keras Atau Kerja Cerdas

Kalian tahu bukan jika kemampuan kita terbatas, kita punya batasan untuk melakukan apapun itu. Selama diri kita hanyalah tulang dan daging yang dibungkus dengan kulit maka itu artinya kemampuan kita terbatas sampai tulang dan daging itu mampu bergerak dan bekerja. Namun jika waktunya terhenti, bagaimana? Apa yang bisa kita hasilkan?.

Kerja keras itu akan sangat bermanfaat untuk sebuah hasil yang maksimal, namun kerja cerdas juga harusnya kita pikirkan agar kerja keras kita tidak berhenti begitu saja karena keterbatasan diri kita.

Saya punya perumpamaan antara kerja keras dengan kerja keras layaknya dua anak muda yang bekerja hanya mengandalkan tenaganya dengan pemuda lainnya yang juga menggunakan otaknya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah masa tua memasuki keadaan mereka berdua, tentu saja pemuda yang mengandalkan tenaganya tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi karena tenaga nya sudah habis, sementara pemuda yang menggunakan otaknya akan terus memetik hasil dari buah pemikiran nya.

Konsep sederhana namun bukan hal mudah untuk melakukan nya.

Untuk itulah sejak sekarang kita harus mulai lebih berani melakukan dan memikirkan sebuah sistem yang akan bekerja kepada kita, walaupun kita sudah tua atau bahkan mungkin sudah tiada. Bisa saja anak cucu kita juga akan menikmati sebuah manfaat dari jerih payah usaha ikhtiar kita. Atau jika memungkinkan orang lain pun juga bisa merasakan manfaat atas apa yang sudah kita lakukan.

“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang lebih banyak memberikan manfaat kepada orang lain”.

Kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan tenaga dan usaha kita, namun sebuah manfaat yang dihasilkan oleh sebuah karya pemikiran kita akan lebih lama bisa dinikmati oleh orang lain, hingga jangka waktu yang sangat lama. Karena itu berkaryalah dengan cerdas, tuh !! semua juga harus tetap kita lakukan entah dengan tenaga atau dengan pemikiran.

Meninggalkan Jejak Untuk Hari Esok.

Kerja cerdas adalah mereka yang mau meninggalkan jejak untuk esok hari. Kita mungkin saja akan bisa menghasilkan dengan kerja keras hari ini, namun apakah kerja keras kita hari ini masih tersisa untuk esok hari, atau berhenti di hari yang sama. Jika kita bisa melakukan dan meninggalkan jejak untuk esok hari, kenapa kita tidak melakukan nya?.

Saya banyak menulis sejumlah esai, yang mungkin hari ini tidaklah begitu berguna. Namun saya percaya bahwa esok akan ada mereka yang mendapatkan manfaat dari itu semua. Atau bahkan mungkin saya sendirilah yang akan mendapatkan manfaat itu.

Jika kalian sudah memiliki sebuah rencana kerja cerdas untuk hari esok, maka lakukan dari sekarang. Karena bisa saja buah hasilnya harus membutuhkan kesabaran yang lebih banyak dengan menunggu hari, minggu, bulan, dan tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *