Kentut Tak Mesti Harus Bau

Kentut itu terkenal bau yang tak sedap, lalu bagaimana dengan kentut yang tidak berbau menjadi bahan bullyan kawan sejawat.

Sudah lama tidak ngompul bersama teman lama memang sangat menyenangkan kalau misalkan ada waktu luang sekedar sapa hai mas bro. Mungkin “reuni” adalah istilah yang digunakan oleh kalangan mantan pelajar atau mantan mahasiswa dan mahasiswi. Ya nggak papa sesekali berjumpa dengan mantan yang semakin cantik saja setelah lama tak bersua tutur sapa dengan nya.

Untungnya penulis tidak pernah menjadi pelajar dan mahasiswa, makanya nggak ada kawan sejawat yang mengajak reunian. Lumayan kan uangnya buat jalan-jalan sama anak istri ke tempat-tempat kesukaan mereka.

Nggak pernah sekolah formal negri apalagi kuliah bukan berarti kehidupan penulis nggak ada teman masa kecil. Apalagi di Ma’had (pesantren moderat) dulu banyak benar kawan manusianya, bahkan kalau perlu jin saja diladenin kalau nunggul. Iya jin, dulu sekali pas masih sekolah suka banget ngerjain jin, walau padahal mungkin sebenarnya kitalah yang dikerjain jin. Sok berani nantangin jin, eh kalinya ada bunyi beresek sedikit saja pada kabur semua entah kemana.

Punya kehidupan keluarga sendiri, bukan berarti kita nggak pernah kangen dengan jaman jahiliyah dulu. Saat masa dimana kita mengenalnya hanya kata rame. Asyikk nya ngompul bersama kawan seumuran, bercerita banyak hal hingga melakukan tingkah laku konyol yang membuat tawa di kemudian hari.

Lama tidak berjumpa dengan kawan lama, maka bisa dibayangkan bagaimana serunya kalau semua pada ketemu kembali, dan melakukan kekonyolan lama yang entah seolah ingin mengulang kenangan.

Pokonya keseruan si Amat, Udin, Ijai, Sunni, dan yang lainnya akan menambahkan galak tawa suka cita. Masih ingat rasanya, bahkan kerasa baru kemarin terjadi saat Ijai yang berbadan gendut kentut dengan suara nya yang khas “Prettt prepettpettttt petttt prettttt”. Hening sebentar, namun nyatanya tamu yang tak di undang tak pernah datang.

Bau tak sedap kalau orang kentut koq nggak pernah muncul ya?. Itulah kalimat yang keluar dari teman-teman lainnya.

“Beahahhaha” semua terbahak.

Badan doang gede, bunyi nya saja yang mengerikan, tapi baunya nggak ada. Aneh memang, orang kalau kentut berharap nggak bau nya menyengat, tapi ini malah kentut tak berbau jadi bahan tertawaan. Tapi itulah serunya kompul bareng kawan masa kecil yang memang sudah biasa saling beradu bunyi kentut. Siapa yang paling nyaring & bau asing dia yang menjadi pemenangnya. Hahahaha.

Leave A Reply

Your email address will not be published.