Miskin Tidak Karena Malas Dan Kaya Bukan Karena Berbeda Rezekinya

Kaya Dan Miskin

“Kalau anda malas kerja, ya! Nasib mu tetap akan sama melarat/miskin.”
Sebenarnya tepat katanya bukan begitu, tapi untuk menghindari ketersinggungan dengan pihak mana pun saya sengaja menggunakan kutipan kalimatnya seperti itu. Ini sebenarnya tentang sebuah sudut pandang tertentu yang ingin kami komentari lebih jauh dan lebih panjang, dengan harapan ada sesuatu pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya.

Pada dasarnya perlu kita pahami bahwa kemiskinan tidak semua dilandasi karena rasa malas untuk bekerja. Namun ada banyak factor yang menjadi sebab musabab kenapa kemiskinan menjadi nasib yang di alami oleh seseorang. Bahkan mungkin ada orang miskin yang dengan sangat rajin bekerja, malah lebih rajin dibandingkan dengan orang kaya. Misalkan jika orang kaya bekerja dari pagi sampai sore untuk masuk kantornya, orang miskin malah bekerja sejak subuh gelap gulita hingga malam hari tanpa henti demi sesuap makan anak bini.

Kaya Dan Miskin Bukan Soal Rezekinya Berbeda.

“Ah… malas kerja ah” ya wajar saja kalau hidup anda melarat. “Mas… saya sudah kerja keras, banting tulang tapi koq tetap miskin?” itu artinya ada factor lain yang menjadi sebab kemiskinan anda.

Kaya atau miskin itu bukan soal rezeki ya? Karena yang kaya atau yang miskin memang sudah ada takaran rezekinya masing-masing. Bahkan menurut saya rezeki setiap orang sama saja. Kaya dan miskin itu soal harta, bukan soal rezeki dari tuhan. Bisa saja kemiskinan itu adalah rezeki dari tuhan agar dia bisa lebih bersabar, sama halnya kekayaan adalah rezekinya orang kaya agar bisa bersyukur kepada tuhan. Jadi rezeki benar-benar bukan soal angka berapa? Karena berapa uang anda adalah soal harta yang dititipkan oleh tuhan sebagai sebuah amanah.

Kaya Dan Miskin Bukan Tentang Jumlah Angka.

Kaya dan miskin bukan soal rajin atau tidaknya kita. Karena berapa banyak orang kaya yang kerjanya hanya duduk saja, dan berapa banyak orang miskin yang kerja hingga lupa waktu untuk istirahat.
Terus karena apa? Karena kepintaran kah? Selayaknya para pengusaha-pengusaha yang pandai memainkan asetnya agar terus bertambah. Jika karena kepintaran! Lalu kenapa ada saja orang kaya yang bodoh dengan menganggap orang miskin itu bodoh, padahal faktanya banyak koq orang miskin yang pintar.

Banyak koq orang miskin yang dengan modal 100ribu-300ribu mampu memberi makan anak bininya bertahun-tahun lama, sementara bagi orang kaya uang segitu hanya cukup makan sehari atau minum kopi saja. Kurang pintar apalagi coba orang miskin memainkan modal kecil yang di milikinya.

Kaya Dan Miskin Itu Tentang Bagaimana Kita Melihatnya.

Anda kaya dan saya kekurangan. Itukan menurut anda, menurut saya berkecukupan dan anda biasa saja. Bagi orang saya yang sehari-harinya cukup buat makan tanpa ada sisa buat menabung dan beli barang-barang tertentu, itu menunjukan saya kekurangan. Tapi bagi saya malah itu cukup dan bahkan mungkin lebih dari cukup. Koq beda! Ya karena mungkin sudut pandang saya berbeda dengan orang lain.

Mau Kaya Maka Bersyukurlah Dengan Harta Yang Kau Punya.

Kesimpulan saya adalah: rezeki sudah takaran nya, sementara berapa jumlah harta yang kita miliki tergantung titipan tuhan seberapa banyak. Maka bersyukurlah, karena dengan itulah kita akan menemukan hakikat kekayaan yang sesungguhnya. Berapa banyak pun materi yang kita miliki jika tidak ada rasa syukur maka semuanya akan terasa kurang, dan kita akan merasa miskin. Namun sebaliknya, sedikit banyak akan menjadikan hati kita merasa kaya dari apa-apa yang tidak miliki.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *