Kalau Musim Penghujan Usaha Harus Tetap Jalan

Musim penghujan bukanlah alasan untuk menjadi penghalang kita untuk mencari rejeki yang di jamin tuhan.

“Mas’e bisa benarin atap depan rumah ku yang sebalah itu nggak, yang dekat jendela sebelah itu mas?”.

Tadi subuh hujan memang sempat mengguyur perkampungan kami, karena itulah banyak kalangan yang menganggap bahwa musim kemarau kayaknya sudah mulai berlalu, walau sebenarnya musim kemarau masih sedikit lebih lama sepertinya. Bukan berdasarkan perkiraan BMKG melainkan perkiraan penulis yang melihat para petani di sawah belum selesai memanen padi-padi mereka.

Bapak-bapak warung kopi nampak benar antusias membicarakan musim penghujan yang mungkin akan datang, namun sebagian lagi malah ada yang menyayangkan.

“Beahaha bakal mencair neh es batu” begitulah komentar bapak-bapak warung kopi. Biasalah kalau pagi telah datang, kedai warung di perkampungan mulai membuka penutup nya. Berbagai perbincangan seputar kehidupan akan mewarnai kehidupan bapak-bapak yang sedang sarapan atau sekedar menghangatkan perut mereka sebelum pergi bekerja ke ladang, sawah, atau tempat lainnya sebagai buruh bangunan, dll.

Kehidupan di perkampungan atau di daerah pinggiran kota memang nampak berbeda dengan komplik perumahan megah & mewah. Pagi-pagi sekali nampak bapak-bapak berjijir di depan meja warung kopi & kue kecil. Sementara ibu-ibu nampak juga bercengkrama menunggu penjual sayuran yang mungkin akan lewat, sebagian nya lagi ada yang sibuk membungkus kue untuk di bawa pulang.

Embun masih membasahi rerumputan, namun dinginnya udara bukan menjadi penghalang sejumlah kalangan untuk melakukan aktifitas & pekerjaan rutin mereka. Kehidupan masyarakat bukan seperti yang nampak oleh sinetron layar kaca tv nasional. Bukan pula seperti kisah-kisah novel menjelang tidur.

Mayoritas masyarakat bukanlah buruh perusahaan, bukan juga pegawai pemerintah atau pegawai kantoran perusahaan swasta. Dan bukan juga pemilik & pengusaha yang pulang pergi dengan mobil pribadi mereka. Masyoritas masyarakat pekampungan kalau bukan pedagang, wiraswasta serabutan, petani, tukang bangun personal, dll yang kebanyakan bukan masyarakat yang hidup dari gajih bulanan.

Namun bukan pengangguran juga loh!!  Tidak memiliki pekerjaan tetap bukan berarti mayoritas bapak-bapak di perkampungan adalah pengangguran. Kecendrungan nya adalah freelance, yang bekerja dengan menyesuaikan dengan keadaan & peluang pekerjaan yang ada. Misalkan: Seorang petani bisa saja menjadi seorang tukang bangun yang di bayar kalau memang kebetulan bukan musim tani. Ada juga pedagang ikan yang bekerja sebagai penjual es kepala muda, karena bukan musim ikan, ikaln susah di dapat sementara kesempatan jualan es kelapa muda lagi menggiurkan karena kebetulan bulan puasa.

Begitulah gambaran sekilas kehidupan warga perkampungan. Kondisi alam, keadaan & tawaran peluang kerja, dan banyak lagi yang akan menentukan pekerjaan mereka.

Peluang Usaha Musim Hujan.

Nah !! kalau lagi musim hujan, bagaimana?. Tentu saja ada sebagai pekerjaan yang mungkin nggak bisa dilakukan untuk sementara. Atau kalau pun bisa potensi hasil malah sangat minim, sementara kebutuhan dapur & belanja keluarga harus tetap jalan ya!!.

Ini nih yang bikin rame bapak-bapak berdiskusi asik membahas usaha di musim hujan. Kira-kira usaha dan peluang kerja apa yang bisa dilakukan di musim hujan?.

Jualan Jas Hujan Di Pinggir Jalan.

Random Post
1 of 5

Hujan bisa datang kapan saja, jika sudah memasuki musim penghujan. Bahkan pagi masih hangat dan bersih dari awam hitam, tiba-tiba menjelma mendung di mana-mana. Kaget juga kalau misalkan menemukan keadaan yang begitu, khususnya kita mengguna motor yang sedang ngantar anak sekolah, eh! Tiba-tiba pas di jalan hujan datang sementara jas anti hujan lupa dibawa. Alternatifnya bagaimana? Ya beli di jalan seadanya, walau baju anti hujan yang sekali pakai pun, yang penting sampai tujuan tepat waktu.

Kesempatan seperti bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang kita. Kita bisa memanfaatkan sebuah moment penghujan untuk menutupi kebutuhan belanja kita.

Jualan baju anti hujan bisa menjadi alternatif bagi kalangan mereka yang berdarah muda. Kenapa kalangan berdarah muda? Karena biasanya lebih energik menjual barangnya dibandingkan yang tua. Jualan di perempatan jalan yang banyak lalu-lalang orang, kalau yang sudah cukup berumur kasian juga kalau jualan di perempatan jalan ya!! Jarang-jarang ada bapak-bapak mau jualan di perempatan jalan, kecuali memang nggak punya pilihan lainnya.

Ngojek Online.

Ngojek online juga bisa kita manfaatkan kalau misalkan pekerjaan kita terhalang karena musim penghujan. Ngojek online bisa dimanfaatkan sebagai pekerjaan freelance di musim hujan, karena nggak mustahil bapak-bapak atau ibu yang terjebak hujan membutuhkan ojek dan taksi online untuk mengantar mereka pulang kerja, ke tempat sesuatu, pergi kerja, jemput anak sekolah, dll.

Tidak papa juga kan? Kenapa harus malu? Apalagi anaknya udah dua tiga orang, pekerjaan apapun selama halal nggak jadi masalah sebenarnya. Yang masih mudaan saja banyak koq yang nyambil ngojek sambil kuliah.

Sebagai penulis konten online, ane juga kalau kebetulan ada yang minta antar kemana begitu, mau saja. Asalkan bayaran nya sesuai kenapa tidak!!. Hanya saja siapkan keperluang nya seperti jas anti hujan, dan sebagainya kalau-kalau hujan dadakan datang dengan tiba-tiba. Dari pada nggak ada kerjaan karena kondisi alam yang tidak mendukung, semisalkan adalah adalah seorang buruh bangunan yang lagi ngganggur karena musim penghujan sehingga mereka yang biasa mendirikan bangunan istirahat sebentar.

Fokus Pada Komputer & Cari Mereka Yang Butuh Review di Blog.

Yang ini khususan buat para blogger kalau musim hujan, mending fokus menatap layar komputer nya. Optimasi blog, cari freelance menulis & review produk, dll. Ketimbang kelayapan nggak jelas yang menyebabkan anda terjebak air hujan, mending di depan komputer & laptop kalian saja.

Tingkatkan Kreativitas Di Musim Penghujan.

Musim penghujan sejatinya bukan penghalang kita berusaha buat mencukupi anggaran belanja yang tersendat karena musim penghujan. Harus lebih kreatif lagi memanfaatkan musim yang datang, jangan sampai karena hujan & hujan menjadikan kita nggak ada kerjaan sama sekali.

Musim penghujan mungkin adalah awal musim tanam bagi petani. Namun, bagi penjual es jajanan di jalan-jalan raya, sekolah, dll akan lebih sulit ya. Jadi nggak papa kalau misalkan kita beralih profesi sebentar & banding setir ke peluang yang lebih menguntungkan.

Bagi mereka yang kreatif, musim bukanlah sebuah penghalang untuk berusaha mencarikan rejeki anak istri mereka. Selama masih ada semangat, maka jalan akan mudah kita temukan sama seperti musim penghujan sebelum-sebelumnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.