Ikhtilath, Berkhalwat, Dan Kesombongan Kita Dengan Iblis

Ikhtilath, Berkhalwat, Dan Kesombongan Kita Dengan Iblis

Ikhtilath adalah bercampur nya antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram nya. Dijaman sekarang ikhtilath menjadi sesuatu yang mungkin akan sangat sulit kita hindari, kecuali memang bagi orang yang hamper-hampir mewakafkan kehidupan nya dijalan Allah SWT. Dia akan menerima apa saja agar tidak melanggar aturan agama dan aturan tuhan. Sosok muslim yang seperti itu akan sangat jarang kita temukan di kehidupan sekarang, jika ada pun mungkin orang tersebut akan dianggap terasing dari orang lain.

Jika kita pahami secara umum tentang ikhtilath maka akan sangat mudah kita temukan masalah ini dalam kehidupan kita. Tatanan social seolah membentuk dengan sendirinya. Mulai dari pasar, tempat kerja, bahkan tempat yang seharusnya menjadi cerminan ketaqwaan kita kepada tuhan. Majelis pengajian sekalipun terkadang ikhtilath tidak bisa dihindarkan.

Kita harus bagaimana? Mari kita berlindung kepada Allah SWT, bertaubat dan memohon ampun akan dosa-dosa yang mungkin tidak bisa kita hindari. Dan yang terpenting jangan sampai ada dalam hati kita ridho dengan hal tersebut, karena ridho dengan kemaksiatan adalah dosa besar.

Ikhtilath Hukumnya Haram.

Ulama sepakat bahwa bercampurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya secara umum hukumnya haram. Namun mungkin pendefinisian tentang ikhtilath ini yang orang berbeda-beda memahaminya, dan mungkin ada pengecualian darurat yang memang tidak bisa tidak dihindari, semisal seorang ustazd yang mengajar di tengah-tengah kaum wanita. Bahkan setelah bersusah payah menghindari agar jangan sampai bercampurnya dengan yang bukan mahramnya.

Dari Ikhtilath Kemudian Berkhalwat, Sombong Dengan Iblis.

Kenapa saya bilang sombong dengan iblis, karena seolah-olah kita merasa aman dari penyesatan syaitan dan bisik-bisiknya. Seolah-olah kita menyangka bahwa iman kita lebih kuat dibandingkan dengan bisikan syaitan serta hawa nafsu, sehingga dengan sengaja kita membukakan kesempatan buat iblis dan syaitan menggoda kita.

Ada cerita:
Seorang wanita yang sudah memiliki suami dan anak, dia bekerja disebuah instansi atau perusahaan tertentu. Dimana disana ada banyak orang lain yang juga bekerja, bukan hanya laki-laki namun juga kaum wanita. Mereka membaur antara satu sama lain, mungkin ini salah satu yang dinamakan ikhtilath. Sebagai rekan kerja, tidak ada sekat atau batasan antara mereka kecuali batasan kelayakan social dalam kehidupan umum yang dianut masyarakat pada umumnya.

Hal biasa mereka lakukan, dari interaksi social umumnya hingga makan bareng saat jam istirahat, dll. Dari hubungan interaksi terbuka dalam ranah ikhtilath hingga pada akhirnya nyambung ke hubungan privasi. Save kontak Whatsapp, no telpon, email, akun media social, dll. Lakukan say hello tentang pekerjaan hingga say hello yang bukan masalah pekerjaan. Dari Tanya soal tugas kantor sampai Tanya soal kabar keadaan dan curhatan yang tidak seharusnya. Ada rasa nyaman dan aman karena teman dekat walau itu bukanlah mahramnya.

Dan tidak sedikit kemudian yang berujung kepada perselingkuhan, dan hal-hal terlarang yang kemudian menjadi sebuah kehancuran bagi rumah tangganya. Inilah kesombongan manusia, bahkan setelah adanya peringat jika berkhalwat dengan lawan jenis yang bukan mahramnya maka syaitanlah orang ketiganya. Awalnya tidak ada niat, namun merasa aman bukan dari godaan syaitan seolah iman kita begitu kuat untuk melawan.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *