Di Duga Putus Beasiswa Karena Muallaf, Kasus Mahasiswa IPB Ini Viral

Di Duga Putus Beasiswa Karena Muallaf, Kasus Mahasiswa IPB Ini Viral

Ais elkirami – Kasus ini viral di media sosial, bahkan sudah viral sejak kemarin di sejumlah media online. Kasus berawal dari pencabutan beasiswa kepada Arnita Rodelia Turnip tanpa alasan yang jelas kepadanya. Namun ada anggapan bahwa pemutusan beasiswa tersebut dikarenakan pindah agama. Keterangan ini juga di tulis oleh seorang netizen di media sosial sehingga viral dibagikan. Saat saya menulis komentar saya di halaman weblog ini setidaknya kiriman nya sudah dibagikan oleh 4ribu lebih pengguna media sosial.

Arnita Rodelia Turnip menerima beasiswa BUD dengan menandatangani MoU, MoU yang dimaksud adalah surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai oleh penerima beasiswa. Dalam surat pernyataan itu, disebutkan bahwa penerima beasiswa akan gugur apabila tidak mendapat IP tak lebih dari 2,5, dikeluarkan dari kampus (drop out), hingga tidak menyelesaikan laporan pertanggung jawaban.

“Saya tidak melanggar satu pun dari MoU. Indeks Prestasi (IP) saya di atas 2,5. Saya juga membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), tapi di semester dua, teman-teman saya dananya cair, saya doang yang tidak. Namun saya tetap kuliah lanjut semester tiga hingga lanjut UTS,” kata Arnita menceritakan kisahnya.

Selesai semester pertama di IPB, Arnita tidak lagi menerima beasiswa sebesar 6 juta/semester dari pemerintah kabupaten Simalungun. Arnita menuturkan bahwa dirinya begitu yakin bahwa Pemkab Simalungun mencabut beasiswa itu sejak dirinya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Hal itu disebabkan karena tak ada satu poin pun pelanggaran yang dia lakukan saat menerima beasiswa tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Simalungun Resman Saragih justru membantah jika pemutusan beasiswa tersebut karena SARA. ini berdasarkan berita di sebuah media online. Namun sejumlah netizen masih kurang percaya dengan alasan yang di utarakan oleh Resman Saragih, karena di anggap tidak masuk akal.

Alasan yang di utarakan oleh Resman Saragih adalah karena pihak Kadisdik sempat kehilangan kontak dengan Arnita sendiri. Sehingga itu menyebabkan kesulitan dalam hal administrasi. Sangat disayangkan sih jika misalkan karena SARA, sesuatu hal yang tabu di negara kita yang katanya berdasarkan Pancasila. Dimana keyakinan dan pilihan agama seseorang adalah hak yang harus dihargai. Semoga saja ini karena semata-mata masalah administrasi, dan bisa diselesaikan dengan baik, serta dik Arnita bisa kembali kuliah di IPB. Apalagi katanya Arnita ini sejak awal memang siswa yang berprestasi saat masih sekolah dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *