Tulisan

Cari Uang Memang Susah, Lalu Salah Kah Jika Saya Tidak Ingin Mempersulitnya?

Di jaman sekarang saya dan anda memang harus benar-benar mengakui bahwa mencari uang itu susah-susah gampang. Faktor persaingan yang semakin ketat menjadi sebuah tantangan hampir di semua jenis pekerjaan. Bukan hanya di dunia nyata, bahkan mengais rejeki di dunia maya pun hampir sama saja. Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang mengalaminya dan harus mengakuinya. Apalagi jika misalkan kita harus bertahan dengan prinsip hidup yang sejak awal menjadi pegangan kita.

Sebuah Ideologi

Jujur! Saya termasuk orang yang enggan membuatnya nampak benar-benar sulit, seolah saya berusaha mematahkan kenyataan bahwa kita hidup harus benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan sebuah kesuksesan. Banyak orang yang menertawakan saya, mereka menganggap bahwa prinsip hidup “Tuhan sudah menentukan rejeki kita masing-masing” seolah hanyalah argumentasi orang yang hanya pandai menghayal dan tinggi angan-angan.

Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa rejeki tidak harus dijemput, karena jelas sudah firman tuhan yang bunyinya kurang lebih “Bahwa tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya”. Jelas sudah bahwa inayah atau pertolongan tuhan itu berawal dari usaha kita sendiri. Namun saya hanya ingin mengatakan bahwa tuhan pun tidak menghendaki hamba-hambanya berlebihan dalam mengejar apa-apa yang memang sudah menjadi jaminan nya.

Ada satu stigma filosofi hidup yang saya pegangi namun mungkin akan menjadi salah paham jika misalkan ini dibaca oleh orang lain yang memang belum mengetahui secara detail makna luas didalamnya. Apa itu?

Tuhan Sudah Menjaminnya

“Tuhan sudah menetukan untuk apa kita dijadikan. Dan Tuhan akan mempermudah kita untuk mendapatkan nya”.

Maksudnya adalah: sejak awal tuhan memang sudah mentaqdirkan suatu jalan hidup kita, entah kita akan menjadi pedagang atau pengusaha, penguasa, atau bahkan seorang pegawai negri. Ketentuan tuhan itu adalah pasti, dan itu adalah bagian perjanjian kita dengan tuhan. Namun dalam perjalanan nya menuju kearah sana, mungkin akan ada lika-liku yang memang akan kita lewati.

Orang yang percaya taqdir saya yakin tidak akan mempermasalahkan ini. Ketentuan tuhan adalah mutlak menjadi sebuah keyakinan. Hanya saja kita memang diperintahkan untuk berusaha menggapai apa yang kita inginkan, namun hasilnya tetap saja apa yang memang sudah ditetapkan nya. Dan saya percaya bahwa tuhan akan mempermudah jalan menuju ke arah sana. Sekeras apapun usaha kita jika memang bukan bagian kita, maka akan mustahil kita dapatkan. Dan sebaliknya, sekeras apapun usaha kita atau selembut apapun kita mengusahainya maka yang memang menjadi bagian kita tetap akan menjadi bagian kita tanpa kurang sedikit pun.

Belajar Menerima Hasil

Inilah yang saya maksud, berusaha tanpa harus membuatnya nampak menjadi sulit. Karena itu hanya akan menjadikan iblis yang selalu mewas-wasi hati kita tertawa kegirangan karena sudah berhasil membuat hati kita tidak nyaman dengan apa yang memang sudah menjadi bagian kita. Lalu apakah salah jika saya tidak ingin membuatnya nampak sulit di jaman yang serba sulit seperti sekarang ini?

Leave a Comment