Menjadikan Blog Sebagai Sebuah Karya Anak Manusia

Menjadikan Blog Sebagai Sebuah Karya Anak Manusia

Menjadikan Blog Sebagai Sebuah Karya Anak Manusia.- Menjadi blogger sebenarnya bukanlah sebuah profesi yang harus dipandang sebelah mata lagi oleh siapa pun. Sudah banyak orang (bukan saya) yang sudah membuktikan dari kekuatan ngeblog hingga sekarang. Dari yang mulai buat jualan, dijadikan ajang pencaharaian buat nafkahi anak bini, hingga sebagai tempat melepaskan kegemaran menulis karya ilmiyah, sastra, puisi, dll.

Sayangnya menjadi blogger keburu diburu oleh kepentingan pendukung sebuah bisnis, sehingga blog dianggap penunjang eksistensi belaka. Posisi blog berada di nomor 2 setelah website bisnis, website toko online, website profil perusahaan, fortal berita, website edukasi/universitas, dll.

Bahkan gilanya lagi blog bahkan dipandang negatif, dimana blog hanyalah untuk menebarkan spam dan konten sampah oleh kalangan tertentu. Status menjadi blogger seolah hanyalah aktvitas iseng-iseng meluang waktu, yang mana hanya sedikit orang (non blogger) yang melihatnya dalam sudut pandang berbeda.

Mungkin Tidak Artikel Blog Dipandang Sebagai Sebuah Karya?

Saya berandai-andai jika seandainya sebuah artikel blog itu dihargai layaknya sebuah karya dari seseorang, entah itu dalam posisi karya junalis, karya fiksi, tulisan ilmiyah, novel, dll. Susah mungkin ya! Namun bukan berarti itu tidak mungkin.

Memang harus diawali dari para blogger itu sendiri untuk menghargai karya tulisan nya pada laman-laman blog mereka. Seperti berusaha menerapkan pada diri sendiri tentang kode etik dalam penulisan, semisal: membiasakan menyertakan sumber informasi, menyertakan daftar pustaka, dll.

“Harimau nampak berwibawa karena auman nya. Membayangkan jika seandainya se-ekor harima mengeong, mungkin se-ekor kambing akan tertawa terbahak-bahak”.

Untuk mengangkat citra blogger sebagai sebuah profesi dibutuhkan kesadaran para pelaku/pegiat blog itu sendiri. Bagaimana mungkin orang akan menghargai sebuah karya tulis dalam bentuk sebuah postingan blog, jika si penulis sendiri enggan menghargai tulisan nya.

Mari Kita Menemukan Jati Diri Kita Sendiri.

Blog hanyalah sebuah media yang kita jadikan alat untuk mempublikasikan sebuah konten, entah berupa karya tulisan, visual gambar dan video, dll. Namun bagaimana wujudnya, itu akan tergantung bagaimana kita mengemasnya. Apakah akan menjadi sebuah konten sampah yang hanyalah spam biasa, atau menjadi sebuah karya yang berhak untuk dihargai?.

Marilah kita menemukan jati diri kita sebagai seorang blogger, kemana kita akan membawa karya-karya yang kita publikasikan. Dengan begitu mungkin orang lain akan lebih menghargai profesi kita, artikel tulisan kita, dan karya-karya kita.

Banjarmasin, 13 Oktober 2018.

Diterbitkan oleh Ais elkirami

Ais elkirami adalah seorang blogger yang perduli dengan nilai-nilai sosial sebuah kehidupan masyarakat. Konsisten dalam menulis, dan siap belajar dari siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *