ABJ Asal Bukan Jokowi, Kenapa? Edisi Blogger Jurnalism

Suara Kerakyatan Bukan Untuk di Lawan, Namun Menjadi Sebuah Pelajaran Berharga. Rakyat Punya Suara!!

Belakangan dunia maya mulai berserakan slogan #ABJ atau singkatan Asal Bukan Jokowi. Padahal saat tulisan ini saya ulas jabatan Presiden masih di pegang oleh Bapak Joko Widodo atau yang kita kenal Bapak Jokowi. Di tambah pemilihan Presiden yang baru juga masih 1 tahun lagi, mengingat sekarang baru awal-awal tahun 2018, sementara pemilu akan di selenggarakan tahun 2019 mendatang.

Apakah Ini Buntut Dari Kekecewaan Masyarakat?

Kalau kita perhatikan memang begitu adanya. Ada sekelompok masyarakat kita yang kecewa dengan pola dan kebijakan pemerintah sekarang. Beberapa kebijakan yang di anggap tidak berpihak kepada rakyat semisal: Janji yang belum terealisasikan, pencabutan subsidi, penaikan sejumlah pajak, hingga meningkatnya hutang negara, dll. Di anggap menjadi alasan kenapa sejumlah masyarakat menyuarakan slogan #ABJ. Sebuah slogan yang menggambarkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap rezim yang berkuasa sekarang.

Rakyat Mulai Membuka Mata Terhadap Politik.

Alasan lain sebenarnya bisa kita katakan ini bukti semakin meningkatnya pemahaman politik kerakyatan. Kalau dulu masyarakat cendrung masa bodoh dengan politik yang terjadi, namun belakangan justru suara politik dari rakyat itu sendiri semakin menunjukan eksistensinya. Suara politik yang dahulu lebih dominan di suarakan oleh tokoh politik, justru belakangan rakyatlah yang sangat kencang menyuarakan isu-isu tanggapan politik dalam negri.

Ini bisa kita lihat slogan menyuarakan aspirasi politik justru lahir bukan dari kalangan tokoh politik, melainkan langsung dari rakyat itu sendiri. Terlepas dari apa alasan nya, kita hanya melihat realita di lapangan. Suara-suara yang bernuansa politik bukan lagi datang dari sejumlah elit politik, bahkan datang dari sejumlah tokoh non politik dan masyarakat itu sendiri. Tidak sekali dua justru sikap politik sejumlah elit politik terpengaruh oleh suara rakyat bebas.

Slogan #ABJ sebenarnya hanya gambaran suara sebahagian rakyat, walau kita juga tidak menutupi ada nya suara lawan tandingnya yang masih menghendaki Bapak Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan nya.

Kita tidak mengomentari mana yang lebih dominan antara suara yang menyuarakan #ABJ atau menghendaki Bapak Jokowi melanjutkan kepemimpinan nya. Kita hanya ingin menunjukan bahwa inilah realita yang terjadi, bahwa masyarakat kita sudah mulai memasuki sebuah keadaan dimana mereka mulai menyuarakan suara politik mereka, bukan hanya saat berada di TPS atau tempat pemungutan suara.

Demokrasi Indonesia Memasuki Fase Pendewasaan.

ABJ Asal Bukan JokowiKurang dari seabad kemerdekaan kita, sekarang politik demokrasi di Indonesia semakin mengarah kepada fase lanjutan. Dimana rakyat mulai dewasa memahami pentingnya sebuah politik untuk melahirkan sebuah kebijakan yang akan berimbas kepada nasib mereka. Suka atau tidak suka rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh mulai kritis menanggapi berbagai isu politik. Hal yang wajar jika kemudian lawan politik dan elit sebuah partai politik harus berhadapan langsung dengan kekuatan rakyat.

Sebuah kebijakan dan langkah politik dari partai-partai politik akan berhadapan dengan komentar rakyat sebagai pemegang kedaulatan politik yang sesungguhnya. Rakyat punya pandangan politik sendiri, rakyat punya pandangan sendiri tentang sebuah kebijakan. Rakyat sekarang adalah pihak oposisi sesungguhnya, mereka yang kemudian pengontrol kebijakan penguasa melalui kritikan pedas nya. Karena itu bukan hal aneh saat rakyat tidak menyukai sikap penguasa atau partai politik tertentu, mereka (red: rakyat) akan melakukan sebuah sikap penentangan.

Slogan #ABJ hakikatnya adalah sebuah fenomena dimana rakyat mulai dewasa menyuarakan pandangan politiknya. Ini adalah awal sekaligus warning untuk penguasa selanjutnya, entah di tingkat nasional maupun daerah.

Anda (baca:penguasa) punya kebijakan namun rakyat punya pandangan. Jika kebijakan anda bersebarangan dengan kehendak dan pandangan rakyat, maka lawan anda bukan lagi sebuah partai politik atau elit politik tertentu tapi rakyat anda sendiri lah.

Hati-hati dalam mengumbar janji kampanye, hati-hati dalam mengambil kebijakan, dan hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Jika tidak! Maka akan ada lagi slogan #ABJ #ABP #ABS, dll yang akan menggambarkan sebuah perlawanan dan sikap ketidakpercayaan masyarakat atas anda sebagai penguasa terpilih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.